Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif dalam Gerakan Cegah dan Berantas Skabieske pada Anak-Anak Pondok Pesantren Annida Kecamatan Jatimulyo, Lampung Selatan

Anggraini Janar Wulan, Intanri Kurniati, Anisa Nuraisa Jausal

Abstract


Skabies atau yang dikenal dengan nama kudisan merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabei. Penyakit ini sejak tahun 2017 oleh World Health Organization (WHO) dimasukkan dalam kelompok Neglected Tropical Diseases atau NTDs. Jumlah penderita skabies di Indonesia menunjukkan angka yang berbeda di setiap daerah. Jumlah kasus baru penyakit skabies di propinsi Lampung tahun 2011 berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berjumlah 1135 orang dan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2941 orang pada tahun 2012. Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang identik dengan kepadatan penduduk yang tinggi.Beberapa faktor diketahui berperan sebagai faktor resiko terjadinya skabies. Faktor tersebut antara lain usia muda (5-14 tahun), jumlah penghuni rumah yang padat lebih dari 5 orang, penggunaan barang pribadi secara bersama termasuk tempat tidur, personal higiene dan sanitasi lingkungan yang buruk.Hampir seluruh penelitian mengenai skabies merekomendasikan perlunya tindakan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit skabies terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja yang tinggal secara berkelompok, salah satunya adalah warga pondok pesantren.Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah anak-anak pondok pesantren Annida yang berusia 12-13 tahun, yaitu para santri baru, dan dibatasi untuk 50-75 santri.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi aktif para anak-anak pondok pesantren dalam “ Gerakan Cegah Dan Berantas Skabies”.Metode yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup: 1) evaluasiawal; 2) penyuluhan; 3) evaluasi proses; 4) evaluasi akhir,dengan materipenyuluhanmengenaiscabies dantineamulaidarietiologi, gejala, kondisi lingkungan maupun perilaku seperti apa yang menyebabkanS. scabieidan jamur untuk hidup dan berkembang biak serta pencegahannya. Pada kegiatan pengabdian ini juga dilakukan demonstrasi cuci tangan WHO. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para santri di Pondok Pesantren Annida Lampung Selatan tentang skabies. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan.
Kata kunci: peningkatan pengetahuan, pondok pesantren, skabies

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.23960/jpm.v4i1.2529

Refbacks

  • There are currently no refbacks.