Hubungan antara Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) dengan Asupan Makanan dan Aktivitas Fisik Anak Autis di SLB Insan Madani dan Pusat Layanan Autis Kota Metro Tahun 2016

Muhammad Aditya, Sofyan Musyabiq Wijaya

Abstract


Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 15-20 kasus per 10.000 anak atau 0,15-0,20%. Jika angka kelahiran di Indonesia enam juta per tahun maka jumlah penyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 per tahun dengan prevalensi anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih besar daripada anak perempuan. Penanganan anak autis yang belum
banyak terpikirkan oleh para orang tua yang anaknya baru terdiagnosis autis adalah pengaturan diet (konsumsi). Hasil pemeriksaan terhadap 200 anak autis di Indonesia didapatkan bahwa seluruhnya menderita alergi makanan (multiple food alergy) dan sekitar 95% alergi terhadap susu sapi dan jenis gandum. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan
rancangan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di Pusat Layanan Autis Metro dan SLB Insan Madani Metro. Besar subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling (38 Anak). Data diolah menggunakan program NutriSurvey, dan analisis menggunakan metode chi-square. Hasil menunjukan bahwa tidak
ada perbedaan aktifitas fisik dan asupan makanan antara siswa yang diet ketat GFCF, diet tidak ketat, dan tidak diet GFCF. Dari hasil tersebut dapat diperoleh bahwa anak autis dengan diet GFCF tidak mempengaruhi asupan makanan dan aktifitas fisiknya.
Kata Kunci : aktfitas fisik , asupan makanan , diet gfcf

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.