Hubungan antara Panjang Serviks dan Kejadian Persalinan Preterm pada Kasus Risiko Persalinan Preterm di RS Abdoel Moeleoek Bandar Lampung

Ratna Dewi Puspita Sari

Abstract


Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 22-36 minggu dengan berat bayi lahir hidup >2500g. sekitar 50% sekuele yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh karena persalinan preterm. Panjang serviks yang kurang atau sama dengan 30 mm atau dilatasi serviks 70% hingga 100% diperkirakan akan mengalami persalinan preterm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang serviks pada kasus risiko persalinan preterm (partus prematurus imminens, ketuban pecah dini dan riwayat abortus berulang) dengan kemungkinan kejadian persalinan preterm. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yaitu merupakan studi yang dilakukan pada satu waktu. Subyek pada penelitian ini berjumlah 80 wanita hamil 22-36 minggu yang mengalami persalinan preterm di kamar bersalin atau ruang perawatan di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Abdul Moeleok Lampung. Terbagi atas 3 kelompok risiko persalinan prematur, yaitu partus prematurus imminens, ketuban pecah dini, dan riwayat abortus berulang. Masing-masing kelompok diukur dengan USG transvaginal panjang dari serviks dengan
kategori panjang serviks < 30 mm atau > 30 mm. Hasil penelitian didapatkan Risiko persalinan prematur 18% pada kasus partus prematurus imminens, diikuti dengan 4,1% ketuban pecah dini dan 4% riwayat abortus berulang. Terdapat hubungan bermakna antara panjang serviks <30 mm untuk terjadi kelahiran prematur dengan faktor risiko adalah partus prematurus imminens (P = 0,02 ).
Kata kunci: Panjang serviks, Persalinan preterm, USG transvaginal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.