Long Pepper (Piper retrofractum Vahl) to Overcome Erectile Dysfunction

Bela Riski Dinanti

Abstract


More than 10% of married men in Indonesia suffered from erectile dysfunction. Commonly, erectile dysfunction occurs in men around 40 years of age. Due to the difference of concomitant medical conditions, the incidence of erectile dysfunction in younger men can possibly occur. This becomes an important issue in the daily life. A lot of researches have been done to overcome this problem for example by using various types of either traditional medicine or modern medicine. Long pepper (Piper retrofractum Vahl) has long been known as one of Indonesian traditional medicine that can be used to increase stamina. Surprisingly, it also has the hormonal effect known as aphrodisiac effect which can increase sexual function. Based on scientific research, this aphrodisiac effect of Long pepper (Piper retrofractum Vahl) comes from piperin alkaloid, etanol, and atsiri oil substances contained which have androgenic and anabolic effect and improve blood circulation so that it has the potential to overcome the erectile dysfunction problem.

Keywords: aphrodisiac, erectile dysfunction, Long pepper (Piper retrofractum Vahl), piperin alkaloid

Abstrak

Lebih dari 10% laki-laki menikah di Indonesia mengalami disfungsi ereksi.Umumnya  disfungsi ereksi terjadi saat memasuki usia sekitar 40 tahun. Adanya pergeseran zaman, maka insidensi disfungsi ereksi tidak hanya terjadi  pada laki-laki berumur lanjut saja, tetapi dapat terjadi pada laki-laki berusia lebih muda. Permasalahan ini merupakan masalah yang penting dalam kehidupan sehari-hari.Banyak inovasi-inovasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah dsifungsi ereksi tersebut.Misalnya dengan menggunakan berbagai obat tradisional, maupun obat modern. Tanaman cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) merupakan salah satu tanaman yang telah lama dikenal sebagai salah satu bahan obat tradisional  Indonesia sebagai obat untuk meningkatkan stamina tubuh dan memberi efek hormonal. Efek hormonal dari tanaman ini dikenal sebagai efek afrodisiaka yang  dapat meningkatkan fungsi seksual. Berdasarkan penelitian secara ilmiah, cabe jawa(Piper retrofractum Vahl) memiliki kandungan alkaloid piperin, etanol dan minyak atsiri yang digunakan sebagai afrodisiaka karena berkhasiat memberikan efek androgenik, anabolik, dan  memperlancar peredaran darah sehingga memiliki potensi untuk mengatasi disfungsi ereksi.

 

Kata kunci: afrodisiaka,disfungsi ereksi,cabe jawa (Piper retrofractum Vahl), alkaloid piperin

Full Text:

PDF PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.