Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro <p align="justify"><strong>Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine </strong>is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities. <strong>Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine</strong><strong> </strong>welcomes original articles, reviews, and community-based research in areas including but not limited to: Epidemiology and public health, Tropical infectious diseases, Community nutrition and food security, Environmental and occupational health, Community-based health interventions, Agromedicine and the health-agriculture interface.</p> Fakultas Kedokteran Universitas Lampung en-US Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2356-332X Dinamika Epidemiologi Malaria dan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Pesawaran dan Pesisir Barat (2024): Analisis Insidensi dan Implikasi Kebijakan Kesehatan https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3932 <p>Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular berbasis vektor yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi geografis, lingkungan, kepadatan penduduk, dan akses pelayanan kesehatan memengaruhi dinamika epidemiologi kedua penyakit tersebut pada setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika epidemiologi malaria dan DBD di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pesisir Barat tahun 2024 serta mengkaji implikasi kebijakan kesehatan berdasarkan pola insidensi penyakit. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi data sekunder. Data diperoleh dari publikasi kesehatan Provinsi Lampung tahun 2024 yang meliputi angka kasus malaria dan DBD per 1000 penduduk. Variabel penelitian terdiri atas insidensi malaria, insidensi DBD, risiko lingkungan penyakit, akses pelayanan kesehatan, dan prioritas kebijakan kesehatan daerah. Data dianalisis secara deskriptif melalui penyajian tabel dan interpretasi antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pesawaran memiliki angka kasus malaria lebih tinggi yaitu sebesar 4,41 per 1000 penduduk dibandingkan Kabupaten Pesisir Barat sebesar 0,01 per 1000 penduduk. Sebaliknya, angka kasus DBD di Kabupaten Pesisir Barat lebih tinggi yaitu sebesar 174,62 per 1000 penduduk dibandingkan Kabupaten Pesawaran sebesar 101,74 per 1000 penduduk. Perbedaan pola epidemiologi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan, curah hujan, kepadatan penduduk, dan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kebijakan kesehatan daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik epidemiologi masing-masing wilayah melalui penguatan surveilans penyakit, pengendalian vektor, edukasi masyarakat, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan guna menurunkan risiko penularan malaria dan DBD.</p> Khorina Fatin Bilqis Shellya Puti Sudesty Sri Octa Handayani Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 101 108 10.23960/jka.v13i1.pp101-108 Burnout Perawat di Rawat Jalan, Rawat Inap, dan IGD di Indonesia: Tinjauan Pustaka https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3791 <ol> <li>Burnout pada perawat merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada kesehatan mental/fisik individu, mutu asuhan, dan kinerja organisasi. Kajian ini menelaah perbedaan tingkat burnout antar-setting pelayanan (rawat jalan, rawat inap, dan IGD) di Indonesia serta faktor determinan, dampak, dan strategi mitigasinya. Artikel ini adalah tinjauan pustaka sistematik yang dirancang menggunakan kerangka PICOS. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah utama dengan kombinasi kata kunci terkait burnout, perawat, setting layanan, dan Indonesia. Proses seleksi meliputi skrining judul/abstrak, full-text review independen, dan ekstraksi data terstruktur; total studi yang memenuhi kriteria tercatat pada tahap akhir tinjauan. Analisis studi yang diikutsertakan menunjukkan heterogenitas prevalensi dan keparahan burnout antar-unit: beberapa penelitian melaporkan skor burnout tertinggi pada IGD, sedangkan studi lain menemukan proporsi moderat/tinggi lebih besar pada perawat rawat inap. Faktor risiko bersifat multikausal, meliputi demografi, masa kerja, kapasitas koping, beban kerja kuantitatif/kualitatif, kompleksitas tugas klinis, konflik peran, iklim organisasi, dan dukungan sosial, dengan tekanan tambahan selama pandemi. Dampak meliputi gangguan mental/fisik, penurunan fungsi kognitif, penurunan kualitas pelayanan, dan konsekuensi organisasi seperti turnover. Burnout perawat bervariasi antar setting dan memerlukan respons multipronged.</li> </ol> Evryna Sipahutar Bayu Anggileo Pramesona Bayu Anggileo Pramesona Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-16 2026-06-16 13 1 1 15 10.23960/jka.v13i1.pp1-15 Carpal Tunnel Syndrome pada Seorang Wanita Pekerja Pabrik: Studi Kasus https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3810 <p><em>Carpal Tunnel Syndrome </em>(CTS) merupakan gangguan neuropati yang disebabkan oleh kompresi nervus medianus di terowongan karpal, ditandai oleh gejala kebas, kesemutan, dan nyeri pada tangan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan uji provokasi, sedangkan penanganan dilakukan secara konservatif di layanan kesehatan primer. Pasien perempuan berusia 41 tahun yang bekerja sebagai karyawan pabrik memiliki faktor risiko internal berupa kurangnya pengetahuan tentang penyakit, pola makan yang tidak seimbang, serta penggunaan tangan secara berulang, dan faktor risiko eksternal berupa kurangnya keterlibatan keluarga serta beban kerja domestik. Intervensi dilaksanakan secara menyeluruh melalui terapi farmakologis, edukasi kesehatan, latihan peregangan, peningkatan gizi, serta konferensi keluarga. Evaluasi akhir mengindikasikan perbaikan dalam gejala klinis, peningkatan pemahaman pasien dan keluarga, serta distribusi peran keluarga yang lebih adaptif. Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik memungkinkan pengelolaan CTS yang berorientasi pada pasien, keluarga, dan lingkungan kerja, sehingga meningkatkan kualitas hidup karyawan pabrik yang mengalami CTS di layanan kesehatan primer.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>carpal tunnel syndrome</em>, kedokteran keluarga, pendekatan holistik, karyawan pabrik, pelayanan kesehatan primer</p> Aulia Nur Fitriatsani Reni Zuraida Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 62 69 10.23960/jka.v13i1.pp62-69 Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Control Management in Coffee Farmer in Pekon Trimulyo, Gedung Surian Subdistrict, West Lampung Regency https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3847 <p>Coffee cultivation is one of the agricultural sectors that significantly contributes to the economy of communities in Lampung Province, Indonesia. However, various activities involved in the cultivation process may pose occupational hazards that can affect farmers’ health and safety. This study aimed to identify hazards, assess risk levels, and formulate risk control measures in coffee cultivation activities in Pekon Trimulyo, Gedung Surian District, West Lampung Regency. The study employed a descriptive observational design using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) approach. Data were collected from March 25–30, 2026, through direct observation, interviews, and documentation involving a coffee farmer selected through purposive sampling based on participation in all stages of coffee cultivation. Risk assessment was conducted using a 4×4 risk matrix based on the likelihood of occurrence and severity of consequences, while risk control recommendations were developed according to the Hierarchy of Controls principles. The results showed that potential hazards were present throughout all stages of coffee cultivation, including nursery management, land preparation, fertilization, crop maintenance, harvesting, and post-harvest activities. Identified hazards consisted of physical, chemical, biological, ergonomic, and mechanical hazards. Most risks were categorized as moderate and were associated with exposure to environmental heat, slippery land conditions, manual material handling, and non-ergonomic working postures. High-risk activities were identified in pest and weed control operations due to the use of insecticides and herbicides, which may cause both acute and chronic health effects. Risk control measures were recommended through hazard elimination, substitution of high-risk substances, engineering controls, administrative controls, and consistent use of personal protective equipment (PPE). The implementation of a hierarchical control approach is expected to improve farmers’ occupational safety, reduce the risk of work-related illnesses, and support the sustainability of coffee farming productivity.</p> <p><strong>Keyword</strong>: hazard Identification, risks analysis, HIRARC, Coffee agriculture.</p> SULISTIARINI BOUGENVIL UNGU FAIZAL FITROH CAHYANINGTYAS GHINA GABRILLA YUSUF NUR AINA SURI SINDI DINIATI FITRIA SAFTARINA Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-16 2026-06-16 13 1 34 54 Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Pengendalian Risiko (HIRARC) Pada Komunitas Petani Sayur Di Liwa, Lampung Barat https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3859 <p>Petani sayur di Liwa, Lampung Barat, merupakan populasi pekerja yang rentan terhadap berbagai bahaya okupasi kerja. Letak geografis di lereng Bukit Barisan dengan kontur lahan miring dan curah hujan tinggi menciptakan kondisi kerja yang berisiko. Selain bahaya fisik dan ergonomi, petani secara rutin terpapar pestisida organoklorin dan organofosfat yang berpotensi menyebabkan keracunan akut dan kronik. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan walk-through survey untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko menggunakan matriks 5×5, dan merumuskan upaya pengendalian melalui pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan dilanjutkan wawancara mendalam terhadap 6 informan beberapa petani senior, penyuluh pertanian dan petugas kesehatan puskesmas. Dari 24 potensi bahaya yang teridentifikasi pada lima alur produksi (persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca-panen), diperoleh distribusi tingkat risiko: 3 klaster risiko tinggi/ekstrim (TR 13–25), 9 klaster risiko sedang (TR 9–12), dan 2 klaster risiko rendah (TR 1–8). Paparan pestisida (TR=20), pengangkutan beban berat (TR=16), dan postur kerja janggal saat penanaman (TR=16) menjadi prioritas utama pengendalian. Intervensi multilevel yang direkomendasikan mencakup substitusi pestisida ke produk yang lebih aman, penyediaan alat pelindung diri standar, edukasi kesehatan kerja terintegrasi, dan implementasi program kesehatan kerja di Puskesmas Liwa secara berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>HIRARC,&nbsp; petani sayur, paparan pestisida, muskuloskeletal, Lampung Barat, kesehatan kerja</p> Luther Theng Fivien Fedriani Intan Kusuma Dewi Okta Rusnariza Fitria Ariyani Pradita Sendy Zulhita Fadillah Pamuji Indah Sari Dwansi Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 70 80 10.23960/jka.v13i1.pp70-80 Aktivitas Fisik dan Homeostasis Kardiometabolik pada Pekerja Pertanian: Interaksi Antara Beban Kerja, Stres Panas, dan Paparan Agrokimia https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3928 <p>Pekerja pertanian terpapar kombinasi aktivitas fisik berat, panas ekstrem, dan pestisida, yang diduga memengaruhi homeostasis kardiometabolik. Literature review ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai interaksi antara aktivitas fisik kerja, heat stress, dan paparan pestisida terhadap homeostasis kardiometabolik pekerja pertanian serta mengidentifikasi mekanisme fisiologis yang mendasari hubungan tersebut. Literature review ini menganalisis empat belas studi primer terindeks dari tahun 2023-2025, mencakup desain meta-analisis, tinjauan sistematis, eksperimen, studi kohort, dan penelitian lapangan. Data diekstraksi untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik kerja, heat stress, paparan pestisida, dan biomarker metabolik. Aktivitas fisik pekerjaan tidak bersifat protektif dan meningkatkan risiko kardiometabolik melalui inflamasi kronis dan tekanan hemodinamik. Paparan panas memperburuk cardiac strain dan menyebabkan dehidrasi, sementara pestisida sebagai endocrine-disrupting chemicals memicu resistensi insulin, stres oksidatif, dan disfungsi mitokondria. Bukti ko-paparan menunjukkan efek sinergis panas-pestisida yang memperkuat kerusakan vaskular. Risiko kardiometabolik pada pekerja pertanian merupakan hasil interaksi multipaparan yang saling memperkuat. Pendekatan agromedisin terpadu diperlukan untuk menurunkan beban penyakit melalui manajemen beban kerja, proteksi panas, pengurangan paparan pestisida, dan pemantauan biomarker.</p> Shellya Puti Sudesty Khorina Fatin Bilqis Sri Octa Handayani Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 94 100 10.23960/jka.v13i1.pp94-100 Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko, dan Penanggulangan Risiko pada Petani Terong di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3933 <p><strong>ABSTRAK</strong> : Kegiatan budidaya terong mempunyai beragam potensi bahaya yang bisa mmberi pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan Upaya pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada petani terong di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif obervasional dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian dilaksanakan pada 24-30 Maret tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Populasi penelitian adalah seluruh petani yang aktif budidaya di desa tersebut, sampel berjumlah 5 orang petani yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi petani yang telang melakukan budidaya terong minimal satu musim tanam. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dan dokumentasi pada setiap tahapan budidaya terong. Penilain Risiko dilakukan menggunakan matriks Risiko 5x5 berdasarkan likehlihood dan severity serta pengendalian risiko sesuai hierarki pengendalian. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya potensi bahaya meliputi bahaya fisik, kimia, biologis, dan ergonomis pada tahap persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, penyemprotan, dan panen. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang, seperti paparan sinar matahari, postur kerja tidak ergonomis, serta penggunaan alat tajam. Risiko tertinggi ditemukan pada paparan pestisida dan inhalasi bahan kimia yang berpotensi menyebabkan keracunan dan gangguan pernapasan. Pengendalian risiko dilaksanakan sesuai dengan hierarki pengendalian, yakni eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, serta pemakaian APD. Penerapan pengendalian secara sistematis serta peningkatan kesadaran petani terhadap K3 amat penting guna mengurangi risiko serta meningkatkan produktivitas kerja.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pertanian terong, identifikasi bahaya, analisis risiko, HIRARC, keselamatan dan kesehatan kerja (K3)</p> <p> </p> <p><strong>Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Mitigation among Eggplant Farmers in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency</strong></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong>ABSTRACT</strong> Eggplant cultivation activities involve various potential hazards that may affect farmers' occupational safety and health. This study aimed to identify potential hazards, analyze risk levels, and determine occupational safety and health risk control measures among eggplant farmers in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency. This research employed a descriptive observational study using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) approach. The study was conducted from March 24 to March 30, 2026, in Abung Jayo Village, South Abung District, North Lampung Regency. The study population consisted of all active farmers engaged in cultivation activities in the village. A sample of five farmers was selected using purposive sampling, with the inclusion criterion of having cultivated eggplants for at least one planting season. Data were collected through direct observation, interviews, and documentation at each stage of eggplant cultivation. Risk assessment was conducted using a 5×5 risk matrix based on likelihood and severity, while risk control measures were determined according to the hierarchy of controls.</p> <p>The findings revealed the presence of physical, chemical, biological, and ergonomic hazards during land preparation, planting, maintenance, pesticide spraying, and harvesting activities. Most risks were categorized as moderate, including exposure to sunlight, non-ergonomic working postures, and the use of sharp tools. The highest risks were associated with pesticide exposure and chemical inhalation, which may lead to poisoning and respiratory disorders. Risk control measures were implemented according to the hierarchy of controls, including elimination, substitution, engineering controls, administrative controls, and the use of personal protective equipment (PPE). The systematic implementation of risk control measures, along with increased farmer awareness of occupational safety and health, is essential to reducing risks and improving work productivity.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Eggplant Farmers, Occupational Safety and Health, Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control, HIRARC.</p> afriza fatkhuri Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 119 126 10.23960/jka.v13i1.pp119-126 The Relationship between Body Mass Index (BMI) and Blood Sugar Levels, especially in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: a Literature Review https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3799 <p><strong>ABSTRAK: </strong>Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme jangka panjang yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat masalah pada fungsi atau produksi insulin, yang berdampak pada pengolahan karbohidrat, lemak, dan protein. <em>World Health Organization</em> (WHO) pada tahun 2010 melaporkan sekitar 60% kematian pada seluruh kelompok usia secara global disebabkan oleh penyakit tidak menular, dan DM menempati posisi ke-6 sebagai penyebab kematian. Asia Tenggara termasuk kawasan dengan kasus DM tertinggi ke-3 di dunia, dan Indonesia berada di posisi kelima di Asia Tenggara sekitar 19,5 juta individu. Salah satu elemen risiko yang berkontribusi pada perkembangan DM tipe 2 adalah obesitas, yang dapat diukur melalui indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh adalah metrik antropometri yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi seseorang dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Tinjauan pustaka ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kadar gula darah, dengan merujuk pada literatur yang dipublikasikan antara tahun 2018-2025 di jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional. Analisis terhadap 10 literatur menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dengan arah positif antara IMT dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> diabetes melitus, indeks massa tubuh, kadar gula darah</p> Putu Gita Aiswarya Santi Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Maya Ganda Ratna Dwita Oktaria Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-16 2026-06-16 13 1 16 24 10.23960/jka.v13i1.pp16-24 Bahaya Potensial, Analisis Risiko, dan Pengendalian Risiko pada Petani Karet dalam Perspektif Agro Public Health https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3837 <p>&nbsp;Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tinggi secara global. Petani karet sebagai pekerja sektor informal memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bahaya kerja pada setiap tahapan kegiatannya, meliputi penyadapan, pengumpulan, dan pengolahan lateks. Penelitian&nbsp;ini bertujuan menganalisis bahaya potensial, risiko, serta pengendalian risiko pada aktivitas petani karet dalam perspektif <em>agropublic health.</em>&nbsp;Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan penilaian risiko <em>(risk assessment</em>) berdasarkan standar ISO 31000. Identifikasi bahaya dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada seorang petani karet &nbsp;perempuan di Jl. Lingkar Sekojo, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Analisis risiko menggunakan metode <em>likelihood–severity</em>&nbsp;dengan matriks risiko semi-kuantitatif skala 1–5, dan pengendalian risiko dievaluasi berdasarkan prinsip <em>hierarchy of controls.</em>&nbsp;Hasil identifikasi menemukan bahaya fisik, ergonomis, biologis, kimia, dan lingkungan pada ketiga tahapan kerja. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi (skor 9–15), dengan faktor ergonomi sebagai penyumbang risiko tertinggi, terutama akibat aktivitas membungkuk, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berulang. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penggunaan APD, penerapan teknik kerja ergonomis, perbaikan lingkungan kerja, dan pengendalian administratif. Pendekatan manajemen risiko dalam perspektif <em>agropublic health</em>&nbsp;sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani karet secara berkelanjutan.</p> Nurul Anisa Putri Harahap Firnanda Audria Octa A.W.L Bunga Ulama Iis Nurohmah Oktiana Yulia Dwi Untari Fitria Saftarina Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-16 2026-06-16 13 1 25 33 10.23960/jka.v13i1.pp25-33 Nasal Mucosa Reactivity Reduction in Persistent Allergic Rhinitis Patients through Allergen Control and Balanced Diet Intervention: A Case Report https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3848 <p style="font-weight: 400;">Rhinitis alergi merupakan masalah kesehatan di layanan primer dengan prevalensi nasional 12,4% yang berdampak signifikan pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis <em>evidence-based medicine </em>dengan pendekatan <em>patient-centered </em>dan <em>family-oriented </em>dalam mereduksi reaktivitas mukosa hidung serta memperbaiki perilaku kesehatan pasien rhinitis alergi. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah, sedangkan data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil mengidentifikasi Tn. J, 52 tahun, dengan keluhan bersin berulang, sekret hidung yang jernih, dan hidung tersumbat sejak satu tahun terakhir. Diagnosis Tn. J adalah rhinitis alergi persisten yang dipengaruhifaktor internal (riwayat atopi, salah persepsi) dan eksternal (paparan debu, kurangnya dukungan keluarga). Intervensi berupa edukasi imunonutrisi dan kontrol alergen melalui media poster. Pasca-intervensi, ditemukan perbaikan klinis dan perubahan perilaku yang signifikan. Manajemen holistik dan komprehensif sangat penting untuk pengendalian Rhinitis Alergi yang efektif di layanan primer.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">rhinitis alergi, kontrol alergen, diet seimbang, kedokteran keluarga</span></p> Debora Jennyver Angeline Dian Isti Angraini Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-16 2026-06-16 13 1 55 61 10.23960/jka.v13i1.pp55-61 Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Penanggulangan Risiko Pada Petani Lada Di Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3904 <p>The pepper (Piper nigrum) farming sector plays a strategic role in the Indonesian economy, but carries a high risk to occupational safety and health (OHS). This study aims to identify potential hazards, analyze and assess risk levels, and determine work risk control efforts at each stage of pepper cultivation activities using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method. This study uses a descriptive design with a mixed methods approach. The study was conducted in March–April 2026 in Air Naningan District, Tanggamus Regency, involving 6 active pepper farmers as respondents who were selected using a purposive sampling technique based on the criteria of farmers who actively cultivate pepper and are willing to be respondents. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and field documentation. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that potential hazards include physical, chemical, biological, ergonomic, environmental, and psychosocial aspects. The risk assessment indicated that most activities were categorized as moderate to high risk, especially in land clearing, pesticide use, and harvesting and post-harvest activities. Low use of personal protective equipment (PPE) and the lack of implementation of OHS principles were the main factors increasing the risk. Risk control efforts need to be carried out through the implementation of a control hierarchy, increasing farmer education, and cross-sector support to improve farmer safety and productivity in a sustainable manner.</p> <p><strong>Keywords: </strong>&nbsp;HIRARC,occupational health&nbsp;agriculture, pepper farming, risk management</p> Monia Agista Asri Dyah Azhari Fitria Saftarina Fitri Yana Ester Metalia Agusta Mega Putri Suci Rulliyani Elfiera Rose Anna Miyako Elfiera Rose Anna Miyako Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 81 93 10.23960/jka.v13i1.pp81-93 Aksis Stres Oksidatif-Inflamasi pada Penyakit Terkait Rokok: Mekanisme Molekuler dan Implikasi Klinis https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3931 <p>Merokok dan paparan produk tembakau modern merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kronis melalui aktivasi stres oksidatif dan inflamasi sistemik. Asap rokok mengandung ribuan senyawa toksik yang meningkatkan pembentukan <em>reactive oxygen species</em> (ROS), menyebabkan disfungsi mitokondria, serta mengaktivasi jalur inflamasi seperti <em>nuclear factor-kappa B</em> (NF-κB) dan inflammasom NLRP3. Aktivasi jalur tersebut meningkatkan produksi sitokin proinflamasi, memperkuat kerusakan jaringan, dan mempertahankan inflamasi kronis derajat rendah. Bukti terkini menunjukkan bahwa rokok konvensional maupun rokok elektronik berkontribusi terhadap peningkatan stres oksidatif, penurunan bioavailabilitas <em>nitric oxide</em>, aktivasi molekul adhesi endotel, serta disfungsi vaskular yang berperan dalam aterosklerosis. Interaksi antara stres oksidatif dan inflamasi membentuk suatu aksis patofisiologis yang menjadi mekanisme sentral perkembangan berbagai penyakit terkait rokok, termasuk penyakit paru obstruktif kronik, penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, dan penyakit neurodegeneratif. Literature review ini bertujuan menguraikan secara sistematis peran aksis stres oksidatif–inflamasi dalam patogenesis penyakit terkait rokok, termasuk dampak produk tembakau generasi baru serta implikasi klinis dan potensi strategi terapeutiknya. Penelitian menggunakan desain literature review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan sumber data dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 18 artikel yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa paparan asap rokok dan aerosol produk tembakau generasi baru mengaktivasi aksis stres oksidatif–inflamasi melalui peningkatan ROS, aktivasi NF-κB, inflammasom NLRP3, dan pyroptosis yang berdampak pada disfungsi endotel, aterosklerosis, gangguan metabolik, serta peningkatan biomarker inflamasi. Disimpulkan bahwa aksis stres oksidatif–inflamasi merupakan mekanisme utama yang menghubungkan paparan rokok dengan berbagai penyakit kronis.</p> <p>Smoking and exposure to modern tobacco products remain major risk factors for various chronic diseases through the activation of oxidative stress and systemic inflammation. Cigarette smoke contains thousands of toxic compounds that increase the production of <em>reactive oxygen species</em> (ROS), induce mitochondrial dysfunction, and activate inflammatory pathways such as <em>nuclear factor-kappa B</em> (NF-κB) and the NLRP3 inflammasome. Activation of these pathways enhances the production of pro-inflammatory cytokines, exacerbates tissue damage, and sustains chronic low-grade inflammation. Recent evidence indicates that both conventional cigarettes and electronic cigarettes contribute to increased oxidative stress, reduced nitric oxide bioavailability, activation of endothelial adhesion molecules, and vascular dysfunction involved in the development of atherosclerosis. The interaction between oxidative stress and inflammation forms a pathophysiological axis that serves as a central mechanism in the progression of smoking-related diseases, including chronic obstructive pulmonary disease, cardiovascular diseases, metabolic disorders, and neurodegenerative diseases. This literature review aimed to systematically examine the role of the oxidative stress–inflammation axis in the pathogenesis of smoking-related diseases, including the impact of next-generation tobacco products, as well as their clinical implications and potential therapeutic strategies. The study employed a literature review design based on the PRISMA 2020 guidelines, using data sources from Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. A total of 18 articles published between 2020 and 2026 that met the inclusion criteria were analysed. The findings indicate that exposure to cigarette smoke and aerosols from next-generation tobacco products activates the oxidative stress–inflammation axis through increased ROS production, NF-κB activation, NLRP3 inflammasome activation, and pyroptosis, resulting in endothelial dysfunction, atherosclerosis, metabolic disturbances, and elevated inflammatory biomarkers. In conclusion, the oxidative stress–inflammation axis represents a key mechanism linking tobacco exposure to various chronic diseases.</p> Sri Octa Handayani Shellya Puti Sudesty Khorina Fatin Bilqis Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 2026-06-17 2026-06-17 13 1 109 118 10.23960/jka.v13i1.pp109-118