https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/issue/feedJurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine2026-06-16T22:44:42+00:00Bayu Anggileo Pramesona, S.Kep, Ns, MMR, PhD, FISQua.[email protected]Open Journal Systems<p align="justify"><strong>Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine </strong>is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities. <strong>Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine</strong><strong> </strong>welcomes original articles, reviews, and community-based research in areas including but not limited to: Epidemiology and public health, Tropical infectious diseases, Community nutrition and food security, Environmental and occupational health, Community-based health interventions, Agromedicine and the health-agriculture interface.</p>https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3799The Relationship between Body Mass Index (BMI) and Blood Sugar Levels, especially in Type 2 Diabetes Mellitus Patients: a Literature Review2026-06-03T09:31:16+00:00Putu Gita Aiswarya Santi[email protected]Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani[email protected]Maya Ganda Ratna[email protected]Dwita Oktaria[email protected]<p><strong>ABSTRAK: </strong>Diabetes melitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolisme jangka panjang yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat masalah pada fungsi atau produksi insulin, yang berdampak pada pengolahan karbohidrat, lemak, dan protein. <em>World Health Organization</em> (WHO) pada tahun 2010 melaporkan sekitar 60% kematian pada seluruh kelompok usia secara global disebabkan oleh penyakit tidak menular, dan DM menempati posisi ke-6 sebagai penyebab kematian. Asia Tenggara termasuk kawasan dengan kasus DM tertinggi ke-3 di dunia, dan Indonesia berada di posisi kelima di Asia Tenggara sekitar 19,5 juta individu. Salah satu elemen risiko yang berkontribusi pada perkembangan DM tipe 2 adalah obesitas, yang dapat diukur melalui indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh adalah metrik antropometri yang digunakan untuk mengevaluasi status gizi seseorang dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Tinjauan pustaka ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan kadar gula darah, dengan merujuk pada literatur yang dipublikasikan antara tahun 2018-2025 di jurnal-jurnal baik nasional maupun internasional. Analisis terhadap 10 literatur menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dengan arah positif antara IMT dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> diabetes melitus, indeks massa tubuh, kadar gula darah</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicinehttps://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3837Bahaya Potensial, Analisis Risiko, dan Pengendalian Risiko pada Petani Karet dalam Perspektif Agro Public Health2026-06-03T08:53:09+00:00Nurul Anisa Putri Harahap[email protected]Firnanda[email protected]Audria Octa A.W.L[email protected]Bunga Ulama[email protected]Iis Nurohmah[email protected]Oktiana[email protected]Yulia Dwi Untari[email protected]Fitria Saftarina[email protected]<p> Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang tinggi secara global. Petani karet sebagai pekerja sektor informal memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai bahaya kerja pada setiap tahapan kegiatannya, meliputi penyadapan, pengumpulan, dan pengolahan lateks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya potensial, risiko, serta pengendalian risiko pada aktivitas petani karet dalam perspektif <em>agropublic health.</em> Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan penilaian risiko <em>(risk assessment</em>) berdasarkan standar ISO 31000. Identifikasi bahaya dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara pada seorang petani karet perempuan di Jl. Lingkar Sekojo, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Analisis risiko menggunakan metode <em>likelihood–severity</em> dengan matriks risiko semi-kuantitatif skala 1–5, dan pengendalian risiko dievaluasi berdasarkan prinsip <em>hierarchy of controls.</em> Hasil identifikasi menemukan bahaya fisik, ergonomis, biologis, kimia, dan lingkungan pada ketiga tahapan kerja. Sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi (skor 9–15), dengan faktor ergonomi sebagai penyumbang risiko tertinggi, terutama akibat aktivitas membungkuk, mengangkat beban berat, dan pekerjaan berulang. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penggunaan APD, penerapan teknik kerja ergonomis, perbaikan lingkungan kerja, dan pengendalian administratif. Pendekatan manajemen risiko dalam perspektif <em>agropublic health</em> sangat penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani karet secara berkelanjutan.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicinehttps://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3848Nasal Mucosa Reactivity Reduction in Persistent Allergic Rhinitis Patients through Allergen Control and Balanced Diet Intervention: A Case Report2026-06-08T02:12:42+00:00Debora Jennyver Angeline[email protected]Dian Isti Angraini[email protected]<p style="font-weight: 400;">Rhinitis alergi merupakan masalah kesehatan di layanan primer dengan prevalensi nasional 12,4% yang berdampak signifikan pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis <em>evidence-based medicine </em>dengan pendekatan <em>patient-centered </em>dan <em>family-oriented </em>dalam mereduksi reaktivitas mukosa hidung serta memperbaiki perilaku kesehatan pasien rhinitis alergi. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah, sedangkan data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil mengidentifikasi Tn. J, 52 tahun, dengan keluhan bersin berulang, sekret hidung yang jernih, dan hidung tersumbat sejak satu tahun terakhir. Diagnosis Tn. J adalah rhinitis alergi persisten yang dipengaruhifaktor internal (riwayat atopi, salah persepsi) dan eksternal (paparan debu, kurangnya dukungan keluarga). Intervensi berupa edukasi imunonutrisi dan kontrol alergen melalui media poster. Pasca-intervensi, ditemukan perbaikan klinis dan perubahan perilaku yang signifikan. Manajemen holistik dan komprehensif sangat penting untuk pengendalian Rhinitis Alergi yang efektif di layanan primer.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">rhinitis alergi, kontrol alergen, diet seimbang, kedokteran keluarga</span></p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicinehttps://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3791Burnout Perawat di Rawat Jalan, Rawat Inap, dan IGD di Indonesia: Tinjauan Pustaka2026-02-04T23:14:23+00:00Evryna Sipahutar[email protected]Bayu Anggileo Pramesona[email protected]Bayu Anggileo Pramesona[email protected]<ol> <li>Burnout pada perawat merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada kesehatan mental/fisik individu, mutu asuhan, dan kinerja organisasi. Kajian ini menelaah perbedaan tingkat burnout antar-setting pelayanan (rawat jalan, rawat inap, dan IGD) di Indonesia serta faktor determinan, dampak, dan strategi mitigasinya. Artikel ini adalah tinjauan pustaka sistematik yang dirancang menggunakan kerangka PICOS. Pencarian literatur dilakukan pada basis data ilmiah utama dengan kombinasi kata kunci terkait burnout, perawat, setting layanan, dan Indonesia. Proses seleksi meliputi skrining judul/abstrak, full-text review independen, dan ekstraksi data terstruktur; total studi yang memenuhi kriteria tercatat pada tahap akhir tinjauan. Analisis studi yang diikutsertakan menunjukkan heterogenitas prevalensi dan keparahan burnout antar-unit: beberapa penelitian melaporkan skor burnout tertinggi pada IGD, sedangkan studi lain menemukan proporsi moderat/tinggi lebih besar pada perawat rawat inap. Faktor risiko bersifat multikausal, meliputi demografi, masa kerja, kapasitas koping, beban kerja kuantitatif/kualitatif, kompleksitas tugas klinis, konflik peran, iklim organisasi, dan dukungan sosial, dengan tekanan tambahan selama pandemi. Dampak meliputi gangguan mental/fisik, penurunan fungsi kognitif, penurunan kualitas pelayanan, dan konsekuensi organisasi seperti turnover. Burnout perawat bervariasi antar setting dan memerlukan respons multipronged.</li> </ol>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicinehttps://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3810Carpal Tunnel Syndrome pada Seorang Wanita Pekerja Pabrik: Studi Kasus2026-06-03T09:01:54+00:00Aulia Nur Fitriatsani[email protected]Reni Zuraida[email protected]<p><em>Carpal Tunnel Syndrome </em>(CTS) merupakan gangguan neuropati yang disebabkan oleh kompresi nervus medianus di terowongan karpal, ditandai oleh gejala kebas, kesemutan, dan nyeri pada tangan. Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan uji provokasi, sedangkan penanganan dilakukan secara konservatif di layanan kesehatan primer. Pasien perempuan berusia 41 tahun yang bekerja sebagai karyawan pabrik memiliki faktor risiko internal berupa kurangnya pengetahuan tentang penyakit, pola makan yang tidak seimbang, serta penggunaan tangan secara berulang, dan faktor risiko eksternal berupa kurangnya keterlibatan keluarga serta beban kerja domestik. Intervensi dilaksanakan secara menyeluruh melalui terapi farmakologis, edukasi kesehatan, latihan peregangan, peningkatan gizi, serta konferensi keluarga. Evaluasi akhir mengindikasikan perbaikan dalam gejala klinis, peningkatan pemahaman pasien dan keluarga, serta distribusi peran keluarga yang lebih adaptif. Pendekatan kedokteran keluarga secara holistik memungkinkan pengelolaan CTS yang berorientasi pada pasien, keluarga, dan lingkungan kerja, sehingga meningkatkan kualitas hidup karyawan pabrik yang mengalami CTS di layanan kesehatan primer.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>carpal tunnel syndrome</em>, kedokteran keluarga, pendekatan holistik, karyawan pabrik, pelayanan kesehatan primer</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicinehttps://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/3847Hazard Identification, Risk Analysis, and Risk Control Management in Coffee Farmer in Pekon Trimulyo, Gedung Surian Subdistrict, West Lampung Regency2026-06-08T01:49:11+00:00SULISTIARINI[email protected]BOUGENVIL UNGU[email protected]FAIZAL[email protected]FITROH CAHYANINGTYAS[email protected]GHINA GABRILLA YUSUF[email protected]NUR AINA SURI[email protected]SINDI DINIATI[email protected]FITRIA SAFTARINA[email protected]<p>Coffee cultivation is one of the agricultural sectors that significantly contributes to the economy of communities in Lampung Province, Indonesia. However, various activities involved in the cultivation process may pose occupational hazards that can affect farmers’ health and safety. This study aimed to identify hazards, assess risk levels, and formulate risk control measures in coffee cultivation activities in Pekon Trimulyo, Gedung Surian District, West Lampung Regency. The study employed a descriptive observational design using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) approach. Data were collected from March 25–30, 2026, through direct observation, interviews, and documentation involving a coffee farmer selected through purposive sampling based on participation in all stages of coffee cultivation. Risk assessment was conducted using a 4×4 risk matrix based on the likelihood of occurrence and severity of consequences, while risk control recommendations were developed according to the Hierarchy of Controls principles. The results showed that potential hazards were present throughout all stages of coffee cultivation, including nursery management, land preparation, fertilization, crop maintenance, harvesting, and post-harvest activities. Identified hazards consisted of physical, chemical, biological, ergonomic, and mechanical hazards. Most risks were categorized as moderate and were associated with exposure to environmental heat, slippery land conditions, manual material handling, and non-ergonomic working postures. High-risk activities were identified in pest and weed control operations due to the use of insecticides and herbicides, which may cause both acute and chronic health effects. Risk control measures were recommended through hazard elimination, substitution of high-risk substances, engineering controls, administrative controls, and consistent use of personal protective equipment (PPE). The implementation of a hierarchical control approach is expected to improve farmers’ occupational safety, reduce the risk of work-related illnesses, and support the sustainability of coffee farming productivity.</p> <p><strong>Keyword</strong>: hazard Identification, risks analysis, HIRARC, Coffee agriculture.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine