Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Pengendalian Risiko (HIRARC) Pada Komunitas Petani Sayur Di Liwa, Lampung Barat

Luther Theng, Fivien Fedriani, Intan Kusuma Dewi, Okta Rusnariza, Fitria Ariyani, Pradita Sendy Zulhita, Fadillah Pamuji, Indah Sari Dwansi, Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah

Authors

  • Luther Theng Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Fivien Fedriani Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Intan Kusuma Dewi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Okta Rusnariza Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Fitria Ariyani Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Pradita Sendy Zulhita Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Fadillah Pamuji Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Indah Sari Dwansi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah

DOI:

https://doi.org/10.23960/jka.v13i1.pp70-80
Abstract View: 6

Abstract

Petani sayur di Liwa, Lampung Barat, merupakan populasi pekerja yang rentan terhadap berbagai bahaya okupasi kerja. Letak geografis di lereng Bukit Barisan dengan kontur lahan miring dan curah hujan tinggi menciptakan kondisi kerja yang berisiko. Selain bahaya fisik dan ergonomi, petani secara rutin terpapar pestisida organoklorin dan organofosfat yang berpotensi menyebabkan keracunan akut dan kronik. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan walk-through survey untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko menggunakan matriks 5×5, dan merumuskan upaya pengendalian melalui pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan dilanjutkan wawancara mendalam terhadap 6 informan beberapa petani senior, penyuluh pertanian dan petugas kesehatan puskesmas. Dari 24 potensi bahaya yang teridentifikasi pada lima alur produksi (persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca-panen), diperoleh distribusi tingkat risiko: 3 klaster risiko tinggi/ekstrim (TR 13–25), 9 klaster risiko sedang (TR 9–12), dan 2 klaster risiko rendah (TR 1–8). Paparan pestisida (TR=20), pengangkutan beban berat (TR=16), dan postur kerja janggal saat penanaman (TR=16) menjadi prioritas utama pengendalian. Intervensi multilevel yang direkomendasikan mencakup substitusi pestisida ke produk yang lebih aman, penyediaan alat pelindung diri standar, edukasi kesehatan kerja terintegrasi, dan implementasi program kesehatan kerja di Puskesmas Liwa secara berkelanjutan.

Kata kunci: HIRARC,  petani sayur, paparan pestisida, muskuloskeletal, Lampung Barat, kesehatan kerja

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Theng, L., Fedriani, F., Dewi, I. K., Rusnariza, O., Ariyani, F., Zulhita, P. S., Pamuji, F., Dwansi, I. S., & Nurhikmah, W. A. S. H. (2026). Identifikasi Bahaya, Analisis Risiko Dan Pengendalian Risiko (HIRARC) Pada Komunitas Petani Sayur Di Liwa, Lampung Barat: Luther Theng, Fivien Fedriani, Intan Kusuma Dewi, Okta Rusnariza, Fitria Ariyani, Pradita Sendy Zulhita, Fadillah Pamuji, Indah Sari Dwansi, Widi Astuti Safta Hardika Nurhikmah. Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan Dan Agromedicine, 13(1), 70–80. https://doi.org/10.23960/jka.v13i1.pp70-80