Potensi Sitotoksisitas Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) terhadap Sel Kanker Serviks HeLa: Literature Review
Angelica Philia Christy, Susianti, Maya Ganda Ratna, Evi Kurniawaty
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp203-207
Abstract View: 18
Abstract
Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia salah satunya adalah kanker serviks. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, yang menyebabkan gangguan regulasi siklus sel dan menghambat apoptosis. Meskipun kemoterapi masih menjadi terapi utama kanker serviks, penggunaannya sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan pengembangan agen antikanker baru. Pengembangan agen antikanker berbasis bahan alam menjadi alternatif yang menjanjikan karena ketersediaannya yang melimpah dan efek samping yang lebih rendah dibandingkan terapi konvensional. Umbi rumput teki (Cyperus rotundus L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker. Tujuan literature review ini adalah mengkaji potensi umbi rumput teki sebagai agen antikanker serviks. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian artikel melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan kata kunci “Cyperus rotundus”, “anticancer”, dan “cervical cancer”. Artikel yang digunakan merupakan publikasi nasional dan internasional dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak Cyperus rotundus memiliki aktivitas sitotoksik melalui mekanisme penghambatan proliferasi sel, penghentian siklus sel, peningkatan stres oksidatif, dan induksi apoptosis. Senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, seskuiterpenoid, cyperotundone, caryophyllene oxide, dan longiverbenone diduga berperan dalam aktivitas tersebut. Berdasarkan berbagai penelitian yang tersedia, ekstrak umbi rumput teki berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen antikanker serviks berbasis bahan alam. Namun, penelitian lebih lanjut, terutama uji praklinis dan klinis, masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.








