Perilaku Konsumsi Jamu Masyarakat Agrikultur: Literature Review
Suharmanto
DOI:
https://doi.org/10.23960/jkunila.v10i1.pp95-101
Abstract View: 0
Abstract
Masyarakat agrikultur, terutama petani, rentan mengalami berbagai penyakit tidak menular akibat pola kerja, paparan lingkungan, dan perubahan gaya hidup. Prevalensi asam urat (gout) pada masyarakat pedesaan Indonesia mencapai sekitar 44%–47,5%, gangguan kolesterol (dislipidemia) dialami sekitar 48,7%–50% petani, sedangkan prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada penduduk usia ≥15 tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan meminimalkan risiko penyakit tersebut adalah melalui konsumsi jamu sesuai aturan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perilaku konsumsi jamu pada masyarakat agrikultur serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan scoping review. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan metode narrative thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi jamu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kepercayaan terhadap manfaat dan keamanan jamu, budaya dan tradisi keluarga, ketersediaan tanaman obat, serta faktor ekonomi. Jamu dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, mencegah penyakit, dan membantu pemulihan kesehatan. Penguatan edukasi kesehatan, penggunaan jamu secara rasional, serta pengembangan budidaya tanaman obat diperlukan guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat agrikultur secara berkelanjutan.
Kata Kunci: konsumsi jamu, masyarakat agrikultur, tanaman obat








