P2A0 Post Partum Spontan 11 Jam (di Luar) dengan HPP Dini ec Sisa Plasenta + Anemia Berat

Jihan Nurlela, Ratna Dewi Puspita Sari, Taufiqurrahman Rahim, Zulfadli jihannurlaila@gmail.com

Abstract


Insidensi perdarahan postpartum di negara-negara maju sekitar 5% dari kelahiran, sementara di negara-negara berkembang bisa mencapai 28% dan menjadi masalah utama dalam kematian ibu. Pencegahan, diagnosis dini, dan menejemen yang tepat merupakan kunci untuk mengurangi dampak tersebut. Kematian ibu merupakan indikator status kesehatan ibu, terutama risiko kematian ibu saat kehamilan dan persalinan. Penyebab perdarahan postpartum adalah atonia uteri, trauma, sisa plasenta, dan koagulopati, yang sering disebut sebagai "empat T". Wanita, berusia 25 tahun, datang dengan keluhan perdarahan yang tidak terkontrol setelah melahirkan 11 jam yang lalu. Bayi yang lahir secara spontan, langsung menangis kuat, jenis kelamin perempuan, BB 3800 g, diikuti oleh kelahiran plasenta, namun disertai dengan perdarahan vagina terus menerus, 8 kali ganti pembalut. Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum tidak sehat, komposmentis, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, pernapasan 24 x/menit, suhu 36,6 °C. Pada status umum diperoleh konjungtiva pucat dan akral dingin. Pada pemeriksaan obstetri luar ditemukan fundus uteri setinggi umbilikus, kontraksi sedang, tidak ada nyeri tekan. Pemeriksaan bagian bawah ditemukan lividae, orifisium uretra eksterna (OUE) terbuka, perdarahan aktif, laserasi positif, hecting positif. Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya Hb rendah 6,2 g/dl, leukosit 13.800/ul. Pasien didagnosis sebagai P2A0 post partum spontan 11 jam (di luar) dengan HPP primer ec sisa plasenta + anemia berat.

Kata kunci: obstetri, perdarahan post partum, sisa plasenta


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.