Wanita dengan Ensefalopati Hepatik

Hawania Rahtio

Abstract


Ensefalopati hepatik (EH) dapat didefinisikan sebagai gangguan dalam fungsi sistem saraf pusat yang disebabkan oleh insufisiensi hati. Di Indonesia, prevalensi EH minimal (grade 0) tidak diketahui dengan pasti karena sulitnya penegakan diagnosis, namun diperkirakan terjadi pada 30-84% pasien sirosis hepatis.Patogenesis ensefalopati hepatikum belum
sepenuhnya dimengerti, tetapi amonia memainkan peranan penting di dalamnya.Wania usia 52 tahundatang dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit, keluarga pasien mengatakan, pasien terlihat gelisah dan lebih mudah marah.Pasien memiliki riwayat sirosis hepatis sejak 2 tahun lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran delirium Glasgow Coma Scale (GCS) 8, tekanan darah 110/60 mmHg, frekuensi nadi 4x/menit reguler, frekuensi pernapasan 28x/menit, suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya asites, venektasi vena, liver nail, palmar eritema superior, edema pitting, dan reflek fisilogis menurun. Pemeriksaan penunjang laboratorium Hb 8,7 g/dl, LED 33 mm/jam, leukosit 19.200/ul, trombosit 95.000/ul, GDS 98mg/dl, SGOT 182u/l, SGPT 54u/l,
albumin 1,7g/dl, globulin 3,7g/dl, HbsAgpositif.Pasien didiagnosis ensefalopati hepatik. Penatalaksaan farmakologi dengan pemberian injeksi antibiotik ceftriakson 1 g/12jam dan laktulosa sirup 45mL/sampai terjadi defekasi.
Kata kunci:ensefalopati hepatik,hepatitis,sirosis hepatis

Refbacks

  • There are currently no refbacks.