Pria 50 Tahun dengan Ulserasi Kornea dan Hipopion

Frisca Febe Lumban Gaol

Abstract


Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma. Di Indonesia kekeruhan kornea masih merupakan masalah kesehatan mata yang menempati urutan kedua dalam penyebab utama kebutaan. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh trauma, reaksi toksik, alergi, autoimun, dan infeksi. Laki-laki, 50 tahun, datang dengan keluhan penglihatan pada mata
kiri berkurang sejak ± 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Sekitar 1 bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh mata kirinya terkena debu padi saat bekerja. Pasien menggosok-gosok matanya dan kemudian merasakan mata kirinya menjadi merah, nyeri, silau, dan berair. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kompos mentis, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 36,5oC, dan pada status generalis tidak didapatkan kelainan. Pada pemeriksaan oftalmologis okuli sinistra pasien tersebut didapatkan visus 1/∞, konjungtiva bulbi mixed injeksi (+), kornea keruh, defek (+) Ø 3 mm, kamera okuli anterior sulit dinilai, dan hipopion (+). Pasien didiagnosis sebagai ulkus kornea okuli sinistra, dengan penatalaksanaan berupa edukasi untuk istirahat yang cukup, menghindari mata dari
paparan angin, debu, air dan tidak memegang mata yang meradang. Selain itu diberikan terapi medikamentosa berupa siklopegik, antibiotik oral, dan topical dan analgetik. Prognosis pasien ini secara umum baik.
Kata kunci: hipopion, kornea, ulkus

Refbacks

  • There are currently no refbacks.