Pemilihan Terapi pada Laki-laki Usia 21 Tahun dengan Kejang Umum Tipe Tonik-Klonik E.C Epilepsi Idiopatik

Putu Filla Jaya Fikrawan, Zam Zanariah, Diana Maya sari, Imam Ghozali

Abstract


Epilepsi merupakan suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan epilepsi berulang berselang lebih dari 24 jam yang timbul tanpa provokasi. Pada tahun 2012 sekitar 50 juta orang menderita epilepsi didunia dan penurunan kualitas hidup pada pasien dengan epilepsi berulang menjadi masalah serius.Pasien Tn. R usia 21 tahun datang dengan keluhan kejang 2 hari SMRS. Kejang dialami sebanyak 2 kali dengan durasi masing-masing selama 3 dan 7 menit. Interval antar kejang lebih dari 24 jam.Kejang terjadi mendadak, pasien tiba-tiba terdiam, bengong dan tidak sadar, otot-otot tangan, kaki, badan, dan wajah menjadi kaku dan timbul gerakan kejang kelonjotan pada seluruh tubuhnya, dan mata mendelik ke atas. Setelah kejang pasien merasa lemas pada seluruh tubuh lalu tertidur, setelah pasien bangun, pasien tampak bingung selama beberapa saat kemudian kembali sadar dan dapat kembali berkomunikasi seperti biasa. Pemeriksaan status neurologis normal, pada Elektroensefalografi (EEG) didapatkan gelombang epileptikus. Pasien didiagnosis dengan bangkitan kejang umum tipe tonik-klonik diberikan monoterapi Obat Anti Epilepsi (OAE) berupa asam valproat dan observasi kejang.Penegakan diagnosis epilepsi mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan penunjang sangat penting. Disamping itu, dengan berpedoman Perdossi penentuan tipe kejang yang dialami pasien dengan epilepsi mempengaruhi terapi dan dapat mencegah terjadinya kejang berulang. Sehingga dengan demikian pasien epilepsi dapat meningkatkan kualitas hidup dan prognosis dengan menghilangkan terjadinya kejang berulang. Kata Kunci:epilepsi, kejang tonik klonik, tatalaksana

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.