Peran Albumin Glikat Pada Kontrol Glikemik dan Diagnosis Diabetes Mellitus

Sharlene Sabrina A, Putu Ristyaning Ayu, Iswandi Darwis

Abstract


Diabetes Mellitus atau DM adalah sebuah sindrom metabolik yang bersifat kronik, yang biasanya ditandai dengan kondisi glikemi berlebih atau hiperglikemia. Angka kejadian DM meningkat dengan cepat pada populasi di Asia, terutama pada negara dengan pertumbuhan ekonomi yang dibilang cepat. Saat ini, ada sekitar 171-194 juta orang di dunia yang
menderita DM. Fruktosamin, albumin glikat dan HbA1c adalah protein berglikat yang digunakan untuk mengevaluasi kontrol glikemik pada pasien diabetes. Albumin glikat (GA) memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek dibandingkan eritrosit, maka albumin glikat dapat mencerminkan kontrol glikemik secara jangka pendek (sekitar 2-3 minggu) dibandingkan dengan HbA1c. Selain itu, GA memiliki perubahan yang lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan HbA1c, sehingga GA mungkin lebih berguna untuk menggambarkan kontrol glikemik. Konsentrasi albumin glikat dapat ditentukan dalam beberapa cara, yaitu dengan menggunakan metode kolorimetri dengan asam tiobarbiturat, metode enzimatik dengan proteinase dan ketamin oksidase, metode kromatografi HPLC, dan metode spektrometri massa. Beberapa penelitian menghasilkan simpulan bahwa terdapat hubungan kuat antara albumin glikat, HbA1c dan glukosa darah puasa sehingga albumin glikat dapat digunakan sebagai alat kontrol glikemik untuk mendeteksi dini komplikasi DM, membantu diagnosis dari DM dan membantu pemilihan tatalaksana yang adekuat bagi pasien DM.
Kata kunci: Albumin Glikat, diabetes mellitus, hba1c, kontrol glikemik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.