Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Syringomyelia Sekunder dengan Komplikasi Gagal Nafas

Dzulfiqar Dzulfiqar, Fidha Rahmayani

Abstract


Syringomyelia merupakan kondisi yang jarang terjadi ditandai dengan adanya kavitas berisi cairan yang disebut syrinx, dalam Medulla Spinalis (MS). Syrinx yang semakin membesar ini menyebabkan kerusakan neurologis yang progresif melalui kombinasi antara adanya tekanan langsung pada jaringan neural dan iskemia. Berdasarkan penyebabnya, syringomyelia dibagi menjadi primer dan sekunder. Lebih dari setengah jumlah kasus dari syringomyelia sekunder disebabkan oleh Malformasi Chiari (MC) tipe I. Prevalensi MC lebih tinggi pada anak-anak dan dewasa muda dibandingkan dengan usia tua. Diagnosis secara efektif ditentukan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan terapi yang sesuai berdasarkan penyebab utamanya. Pada jurnal ini kami menampilkan kasus seorang wanita usia 59 tahun yang datang dengan kelemahan seluruh anggota gerak yang timbul progresif selama 3 bulan terakhir disertai gagal nafas. Dari pemeriksaan fisik didapati tetraplegi tipe flaksid dan arefleksia pada seluruh ekstremitas. Hasil MRI menunjukan adanya syringomyelia setinggi servikal 2 sampai 6 dengan MC tipe I. Dekompresi foramen magnum menjadi pilihan terapi pada pasien ini dengan tujuan mengembalikan aliran cairan serebrospinal yang abnormal. Dekompresi foramen magnum pada pasien dewasa dapat memberikan perbaikan dengan komplikasi yang minimal.
Kata kunci: Gagal napas, malformasi chiari tipe I, syringomyelia, tetraplegi flaksid progresif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.