Tatalaksana Anestesi pada Pasien Cedera Otak Traumatik Berat

Rani Tiara, Bambang Eko Subekti

Abstract


Manajemen anestesi pada seorang laki-laki 40 tahun, berat badan 60 kg, tinggi badan 172 cm. Pasien dibawa ke unit gawat darurat karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari sepeda motor. Pasien dilakukan tatalaksana awal, yaitu dengan evaluasi airway dengan jalan nafas bebas, breathing dengan laju nafas 20-24x/menit tanpa disertai sumbatan jalan nafas, dan circulation dengan tekanan darah 90/60 mmHg dan laju nadi 64x/menit, pasien dengan GCS E3V1M3. Pasien dengan diagnosa intracerebral hemorrhage dan subdural hemorrhage yang memerlukan tindakan craniotomy untuk evakuasi hematom, pasien dengan status fisik ASA III. Operasi dilakukan dengan anestesi umum, menggunakan prosedur khusus untuk menjaga hemodinamik agar tetap stabil dan mempertahankan tekanan intracranial tetap dalam kondisi optimal. Hemodinamik dipertahankan dengan mempertahankan MAP 70-100 mmHg. Operasi berlangsung selama 2,5 jam, setelah operasi pasien dipindahkan ke ruang pemulihan untuk selanjutnya dilakukan perawatan di ruangan bedah. Penatalaksanaan cedera kepala perioperatif meliputi evaluasi yang cepat, resusitasi dengan proteksi otak serta tatalaksana terapi intensif dapat memperbaiki outcome pasien.
Kata kunci: Anestesi, cedera otak traumatik, tatalaksana anestesi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.