Manajemen Anastesi pada Laminektomi pada Cedera Vertebra Servikal V-VI di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung

Fairuz Nabila Afia, Bambang Eko Subekti

Abstract


Cedera tulang belakang servikal dapat terjadi baik langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan defisit neurologis ataupun kematian. Cedera vertebra servikal terjadi 2-3% dari seluruh kejadian cedera dan 8,2% dari semua cedera yang menyebabkan kematian. Gejala cedera vertebra servikal dapat berupa hilangnya sebagian atau semua gerakan anggota gerak dan/atau sensasi yang dapat di klasifikasikan sebagai lengkap atau tidak lengkap. Seorang laki-laki 40 tahun dengan keluhan kelemahan dan kesemutan pada keempat anggota gerak sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Dengan riwayat kecelakaan motor. Tindakan resusitasi dan proteksi vertebra servikal telah dilakukan, yang bertujuan untuk mencegah atau meminimalisir kerusakan lain pada sistem saraf setelah terjadinya cedera pada servikal, meningkatkan kesembuhan pasien dan merencanakan dengan spesifik selama preoperatif, meliputi manajemen jalan napas, induksi, anastesi umum, dan fase pemulihan. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui manajemen anastesi berupa perencanaan, uraian masalah klinis, mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi penyebab dan memberikan penatalaksanaan terbaik untuk pasien.
Kata kunci: Anestesi, cedera, servikal
Anesthesia Management On

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.