Terapi Gabapentin pada Pasien Herpes Zoster Oftalmikus Fase Akut: Neuralgia Paska Herpetika

Iffat Taqiyyah, Hendra Tarigan Sibero

Abstract


Herpes zoster (HZ) adalah kelainan kulit berupa ruam disertai nyeri, di sepanjang dermatom unilateral akibat reaktivasi Virus Varisela Zoster (VVZ). Salah satu komplikasi HZ adalah nyeri paska HZ yang menetap lebih dari 3 bulan setelah ruam tidak ada lagi yang disebut neuralgia paska herpetika (NPH). Komplikasi NPH dapat diprediksi dari usia lebih 50 tahun, gejala prodromal yang berat, dan nyeri akut HZ yang berat. Tatalaksana pencegahan NPH belum dapat dibuktikan sepenuhnya sampai sekarang namun mengurangi nyeri lebih awal sangat diharapkan. Hipotesa bahwa terapi NPH lebih awal hasilnya lebih baik dibandingkan terlambat masih dipertanyakan. Dilaporkan kasus Herpes Zoster Oftalmikus resiko NPH diberi Gabapentin lebih awal untuk mengurangi nyeri. Seorang wanita 73 tahun dengan keluhan lepuh bergerombol disertai nyeri di dahi dan kelopak mata kanan sejak 4 hari sebelumnya. Status dermatologis regio orbitalis dan frontalis dextra setinggi nervus trigeminalis pars oftalmika ditemukan vesikel dan bula dengan dasar eritem, batas tegas, multipel, bentuk zosteriformis. Diagnosis Herpes Zoster Oftalmikus ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan fisik. Penatalaksanaan diberikan Asiklovir 5x800 mg 7 hari, Gabapentin 2x300 mg 7 hari, Neurotropik 3x1 tablet 7 hari, dan kompres terbuka NaCl 0,9%. Pasien membaik dan NPH tetap terjadi setelah 5 bulan ruam sembuh. Terapi Gabapentin fase akut pada pasien ini tidak dapat mencegah NPH namun dapat mengurangi rasa nyeri.
Kata kunci: Gabapentin, herpes zoster oftalmikus, neuralgia pasca herpetika

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.