Sindrom Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms (DRESS) akibat Antibiotik: Laporan Kasus

Siti Maimunah, Meligasari L. Gaya

Abstract


Sindrom DRESS merupakan salah satu reaksi simpang obat berat yang ditandai dengan erupsi kulit, demam, dan keterlibatan organ dalam. Sindrom DRESS memiliki gambaran manifestasi klinis yang  serupa dengan penyakit erupsi obat alergi lain. Penegakan diagnosis Sindrom DRESS yang cepat dan tepat menjadi hal penting sehingga dapat dilakukan tatalaksana yang tepat untuk menekan angka mortalitas akibat Sindrom DRESS. Laporan kasus ini bertujuan untuk menunjukkan diagnosis dan tatalaksana kasus Sindrom DRESS pada penderita pasien wanita 28 tahun dengan riwayat mengonsumsi obat golongan antibiotik. Dilaporkan seorang pasien wanita berusia 28 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan disertai gatal di sebagian besar tubuhnya sejak 5 hari lalu, keluhan disertai dengan demam dan bengkak di daerah leher. Bercak timbul diduga setelah pasien mengonsumsi antibiotik, yaitu cefadroxil dan amoxicillin paska operasi pengangkatan tumor ovarium. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang, ditegakkan diagnosis Erupsi Obat Alergi tipe Sindrom DRESS et causa suspek cefadroxil dan amoxicillin. Tatalaksana medikamentosa berupa kortikosteroid sistemik, antihistamin, dan kortikosteroid topikal. Sindrom DRESS merupakan salah satu reaksi simpang obat berat yang ditandai dengan erupsi kulit, demam, dan keterlibatan organ dalam. Penatalaksanaan Sindrom DRESS yang utama adalah identifikasi dan menghentikan obat yang diduga menjadi penyebab, serta direkomendasikan pemberian kortikosteroid sistemik.

Kata kunci: Antibiotik, erupsi obat alergi, sindrom DRESS


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.