Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kesiapan Belajar Mandiri Mahasiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Indah Anita Dewi, Dwita Oktaria, Betta Kurniawan

Abstract


Pembelajaran di fakultas kedokteran yang menggunakan metode problem-based learning (PBL) menuntut mahasiswa untuk mampu belajar mandiri (SDL). Meskipun sebelumnya telah terpapar dengan SDL, mahasiswa masih belum memiliki kesiapan belajar secara mandiri sehingga belum bisa menerapkan SDL dengan baik. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengelola emosi diri dan orang lain. Mahasiswa yang cerdas secara emosional akan memiliki kontrol diri yang baik sehingga berpotensi lebih besar untuk menerapkan pembelajaran mandiri. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan kesiapan belajar mandiri individu. Semakin tinggi kecerdasan emosional dan kesiapan belajar mandiri maka semakin mudah individu untuk bisa menerapkan pembelajaran yang mandiri (SDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kesiapan belajar mandiri mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel menggunakan teknik stratified random sampling dari mahasiswa kedokteran FK Unila angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019 sebanyak 255 sampel. Hasil analisis univariat tingkat kecerdasan emosional yang paling banyak dialami oleh responden yaitu kecerdasan emosional tinggi 83,9%, sedang 16,1% dan tidak ada kecerdasan emosional rendah. Responden dengan kesiapan belajar mandiri tinggi 78,4%, sedang 21,6% dan tidak ada kesiapan belajar mandiri rendah. Analisis bivariat dengan uji chi square didapatkan nilai p<0,05 dan terdapat hubungan yang bermakna antara kecerdasan emosional dengan kesiapan belajar mandiri mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

 

Kata kunci: Kecerdasan emosional, kesiapan belajar mandiri, mahasiswa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.