Penatalaksanaan Gizi Buruk dan Stunting pada Balita Usia 14 Bulan dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga

Muty Hardani, Reni Zuraida

Abstract


Stunting adalah gambaran dari status gizi kurang yang kronik sejak awal kehidupan. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis pasien, menerapkan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif, serta melakukan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine yang bersifat family-approach dan patient-centered. Pasien adalah seorang balita berusia 14 bulan dengan BB 8 kg, PB 72 cm, dan IMT 15.4. Pada pemeriksaan status gizi menurut indikator BB/U dan PB/U didapatkan hasil z-score -3.0 SD sampai dengan <-2.0 SD sehingga pasien didiagnosis mengalami gizi kurang serta stunting. Pada pasien didapatkan risiko internal yaitu kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai anjuran gizi seimbang, tidak mencuci tangan, tidak menggunting kuku, dan bermain di tempat kotor. Risiko eksternal pada pasien yaitu kurangnya penghasilan orangtua, lingkungan yang padat penduduk, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai penyakit pasien, kebutuhan gizi anak, serta PHBS. Pada keluarga pasien dilakukan intervensi mengenai anjuran gizi seimbang, dampak yang dapat ditimbulkan dari kurangnya gizi dan stunting, pentingnya sanitasi rumah tangga, dan PHBS dalam 4 kali kunjungan rumah. Setelah evaluasi didapatkan pengetahuan terhadap gizi seimbang, sanitasi, dan PHBS meningkat.
Kata kunci: Gizi kurang, gizi seimbang, kedokteran keluarga, stunting

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.