Potensi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) sebagai Hepatoprotektor

Mira Yustika Susilo, Putu Ristyaning Ayu Sangging

Abstract


Hepar merupakan organ internal terbesar yang dimiliki oleh manusia dan memiliki berbagai fungsi khususnya fungsi metabolisme dan detoksifikasi. Hepar merupakan organ yang rentan mengalami kerusakan karena sel parenkim hepar merupakan target utama dari pengikatan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Radikal bebas dapat menyebabkan peroksidasi lipid, hal ini menyebabkan putusnya untaian DNA dan mengoksidasi molekul biologi di membran sel dan jaringan sehingga menyebabkan jejas pada jaringan hepar. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk terapi kerusakan jaringan khususnya yang disebabkan oleh stres oksidatif adalah antioksidan. Selama beberapa tahun terakhir pemanfaatan antioksidan yang berasal dari bahan-bahan alami di Indonesia semakin berkembang. Jamur tiram putih (Pleoratus ostreosus) merupakan tumbuhan jamur yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan telah banyak dipelajari oleh peneliti sebagai terapi herbal untuk beragai macam penyakit. Berbagai penelitian telah menyatakan bahwa ekstrak dari jamur tiram putih memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor karena kandungan antioksidan eksogen yang dimilikinya. Kandungan antioksidan dari jamur tiram putih adalah senyawa fenolik, ergothioneine (ERG), vitamin C dan vitamin E. Antioksidan eksogen tersebut memiliki kemampuan sebagai agen pereduksi donor hidrogen dan meningkatkan sintesis antioksidan endogen di dalam tubuh yaitu glutathione sulfyhydryl (GSH) sehingga dapat mencegah terjadinya stres oksidatif pada hepar.
Kata Kunci: antioksidan, hepatoprotektor, pleurotus ostreatus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.