Human Monkeypox Virus : Respon Kesiapan Darurat Dunia

Lia Qelina, Risti Graharti

Abstract


Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Virus monkeypox merupakan anggota genus orthopoxvirus dalam keluarga poxviridae. Genus orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar smallpox). Infeksi virus monkeypox sebagian besar terjadi di daerah hutan hujan seperti di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Penularan virus monkeypox ke manusia dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi. Gejala klinis pada monkeypox timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot serta timbul ruam dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap. Monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium dengan inokulasi melalui lesi kulit akibat gigitan hewan yang terinfeksi. Diagnosis laboratorium sangat penting karena secara klinis penyakit monkeypox/ cacar monyet tidak dapat dibedakan dari penyakit cacar lainnya. Tidak terdapat pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Namun, Pusat pengobatan pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) merekomendasikan vaksinasi variola dalam waktu 2 minggu, idealnya sebelum 4 hari, setelah paparan. Pengobatan simptomatik dan supportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul. Pencegahan yang efektif pada infeksi virus monkeypox adalah dengan membatasi kontak pada pasien atau hewan yang terinfeksi. Keywords: Monkeypox, penularan, pencegahan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.