Aktivitas Antimalaria Senyawa Tanaman Daun Kapur (Harmsiopanax aculeatus) terhadap Plasmodium sp.

Rizka Dwi Febriyanti, Jhons Fatriyadi Suwandi

Abstract


Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Setiap tahun jumlah kasus malaria berjumlah 300-500 juta dan mengakibatkan 1,5 s/d 2,7 juta kematian. Resistensi obat antimalaria telah timbul di berbagai negara. Pengembangan obat baru dibutuhkan untuk mengurangi resistensi. Banyak senyawa alam yang diisolasi secara in vitro dan in vivo terbukti menghambat perkembangan Plasmodium didalam siklus hati atau sirkulasi darah manusia, salah satunya tanaman daun kapur (Harmsiopanax aculeatus). Cara kerja dengan menghambat polimerisasi hem sebagai salah satu mekanisme aksi obat antimalaria. Uji fitokimia fraksi paling aktif menghambat polimerisasi hem dari ekstrak metanol daun kapur (Harmsiopanax aculeatus) mengandung minyak atsiri (eugenol), asam lemak jenuh (asam palmitat) dan esternya (isopropil miristat dan metil ester palmitat) serta ester asam ftalat. Senyawa triterpenoid, steroid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, alkaloid, dan fenol. Senyawa tersebut terbukti sebagai antimalaria pada Plasmodium. Kandungan senyawa fraksi (FG2, FG3, FG4) pada strain FCR3 menunjukkan semakin rendah konsentrasi bahan uji, semakin rendah pula persentase penghambatan pertumbuhan Plasmodium. Penelitian dengan menggunakan sel vero, daun kapur terbukti memiliki efek toksisitas.
Kata kunci: Daun kapur (Harmsiopanax aculeatus), malaria, plasmodium

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.