Kolaborasi Tuberculosis (TBC) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV)

Yona Arisena Magdalena Silitonga, Intanri Kurniati

Abstract


Tuberculosis (TBC) menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Tuberculosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan lewat droplet yang berasal dari penderita TBC. Diperkirakan sepertiga orang di dunia telah terinfeksi oleh TBC, namun hanya 10-20% orang yang akan menunjukkan gejala. Gejala yang dapat muncul pada TBC seperti batuk berdarah, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, nyeri dada, sesak nafas dan lemah. Sedangkan, human immunodeficiency virus (HIV) adalah suatu virus golongan retrovirus karena kemampuannya untuk mengubah genom RNA menjadi DNA. Penularan HIV terjadi akibat masuknya virus ini ke dalam tubuh melalui cairan tubuh orang yang sudah terinfeksi oleh HIV. Kedua penyakit infeksi ini sama-sama menyebabkan penurunan aktivitas sistem imun di dalam tubuh penderitanya. Kolaborasi dari kedua penyakit ini sering terjadi dan merupakan kombinasi yang mematikan karena saling mempengaruhi satu sama lain pada seluruh aspek penyakit, mulai dari patogenesis, epidemiologi, manifestasi klinis, pengobatan serta pencegahan. Tuberculosis juga menjadi penyebab utama kematian pada pasien HIV-positif. Pada tahun 2016 di Indonesia, ditemukan sebanyak 360.565 kasus TBC, dengan 14% diantaranya diketahui juga menderita HIV-positif. Hasil studi menyatakan bahwa terdapat hubungan saling mempengaruhi antara kedua penyakit ini dalam menimbulkan suatu gejala klinis lewat penurunan aktivitas sistem imun tubuh.
Kata kunci: Human immunodeficiency virus (HIV), retrovirus, tuberkulosis (TBC)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.