Efek Curcumin Sebagai Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Anggun Elidiya, Putu Ristyaning Ayu, Risti Graharti

Abstract


Aterosklerosis merupakan masalah yang kronis dan progresif akibat respons inflamasi, stres oksidatif (OS), deregulasi lipid, dan gangguan epigenetik. Kurkumin merupakan senyawa utama yang ada pada kunyit dan bertanggung jawab atas warna kuning kunyit serta terkadung 50% pada kunyit. Kurkumin memiliki efek hipolipidemik bersama dengan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi dan dapat berkontribusi untuk mengurangi kejadian aterosklerosis. Kandungan antioksidan yang luar biasa dari kurkumin mengurangi peroksidasi lipid dan pembentukan oxLDL, dan akibatnya, mengurangi respons peradangan serta perkembangan aterosklerosis. Studi lain menunjukkan bahwa kurumin dapat mengubah ekspresi gen yang terkait dengan adhesi leukosit dan migrasi transendotelial dalam jaringan aorta dengan dimediasi oleh peningkatan ekspresi inhibitor protein NF-κB (IκB) dan penurunan ikatan NF-κB dan aktivitas transkripsi setelah stimulasi dengan tumor necrosis factor-α (TNF-α). Selain itu, dibuktikan bahwa kurkumin dapat menurunkan regulasi aktivasi toll-like receptor 4 (TLR4) yaitu sebuah reseptor yang mengenali pola molekul eksogen atau endogen dan memodulasi respon imun dan inflamasi. Penghambatan TLR4 akan mengurangi aktivasi NF-κB dan produksi mediator proinflamasi, yang melindungi terhadap atherogenesis. Peran kurkumin lainnya terhadap aterosklerosis adalah proliferasi dan migrasi sel otot polos (SMC). Kurkumin adalah antioksidan yang dapat menjadi salah satu tatalaksana penyakit jantung koroner dikarenakan mampu menekan pembentukan atersklerosis dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Harapannya, kurkumin dapat menjadi modalitas mutakhir dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner.
Kata Kunci: Kurkumin, Penyakit Jantung Koroner, Pengobatan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.