Diagnosis dan Tatalaksana Akalasia Pada Anak

I Gede Sugiana Karaeng, Roro Rukmini Windi Perdani

Abstract


Akalasia adalah kelainan motilitas neurogenik neurofagus yang jarang terjadi, 0,11 kasus per 100.000 anak. Perubahan pada jumlah dan morfologi ganglion di pleksus mienterika dapat diidentifikasi pada tingkat LES (Lower EsophagealSphincter). Beberapa peneliti telah menunjukkan penurunan imunoreaktivitas vasoaktif peptida (IVP) di serabut saraf. Pada bagian pediatrik, sebagian besar akalasia dilaporkan selama masa remaja, lebih sering pada anak laki-laki. Kombinasi masalah yaitu (aperistalsis, hipertensi LES, dan kurangnya relaksasi LES) mengakibatkan pasien yang mengalami gejala disfagia progresif, penurunan berat badan, dan regurgitasi. Rontgen dada seorang anak dengan akalasia dapat menunjukkan esofagus yang melebar dan air-fluid level. Pada penggunaan barium walet akan menunjukkan esofagus yang berliku dan melebar, kadang-kadang menyempit di cardia seperti paruh burung (bird’s beak). Diagnosis dikonfirmasi oleh manometri esofagus. Pemeriksaan endoskopi esofagus sangat penting untuk menyingkirkan striktur. Modalitas pengobatan telah berkembang selama beberapa dekade terakhir dari dilatasi balon dan injeksi toksin botulinum ke myotomy Heller laparoskopi dan myotomy endoskopi. Sebagian besar data tentang manajemen akalasia diekstrapolasi untuk anak-anak dari pengalaman orang dewasa. Artikel ini menjelaskan pemahaman tentang patogenesis dan membahas teknik terapi yang lebih baru serta kontroversi dalam manajemen.
Kata Kunci: Akalasia, anak, diagnosis, tatalaksana

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.