Efek Pemberian Ekstrak Etanol Buah Leunca (Solanum Nigrum L) Secara Oral Terhadap Penurunan Jumlah Spermatozoa Tikus Putih (Rattus Norvegicus L) Galur sprague dawley

Tesia Iryani, Novita Carolia, Fitria Saftarina

Abstract


Terdapat beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pria dalam melaksanakan program KB dan kesehatan reproduksi, salah satunya adalah terbatas nya jangkauan pelayanan kontrasepsi pria. Maka dilakukan penelitian ini untuk menambah metode kontrasepsi pada pria. Karena banyak nya tersebar tanaman leunca (solanum nigrum l) di indonesia dan mempunyai kandungan antifertilitas, maka buah leunca dipilih dalam penelitian ini. Penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Control Group Design. Sampel tikus putih galur Sprague dawley sebanyak 28 ekor, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Pada kelompok 1 tidak diberi esktrak leunca, kelompok 2 dosis 100 mg/kgBB, kelompok 3 dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 4 dosis 400 mg/kgBB, dengan pemberian satu kali sehari sebanyak 1 ml, selama 28 hari. Alat ukur yang dipakai adalah neraca analitik dan Haemocytometer Neubauer. Analisis data yang dipakai adalah one-way anova yang dilanjutkan uji post-hoc. Didapatkan hasil rata-rata jumlah sperma pada kelompok 1 (kelompok kontrol) adalah 67 juta/ml, kelompok 2 (dosis 100 mg/kgBB) adalah 56,35 juta/ml, kelompok 3 (dosis 200 mg/kgBB) adalah 45,71 juta/ml, dan kelompok 4 (dosis 400 mg/kgBB) adalah 31,85 juta/ml. Hasil uji bivariat dengan one-way anova diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05). Yang berarti terdapat pengaruh pemberian ekstrak buah leunca terhadap penurunan jumlah spermatozoa pada tikus putih. Simpulan dari penelitian terdapat pengaruh ekstrak etanol buah leunca terhadap penurunan jumlah spermatozoa pada tikus putih galur Sprague dawley (p=0,001).
Kata Kunci : Infertilitas, Leunca (Solanum nigrum l), Spermatozoa

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.