Korelasi Panjang Tulang Humerus Terhadap Tinggi Badan pada Pria Suku Bali di Universitas Lampung

Thare Pratama Petisa, Anggraeni Janar Wulan, Rodiani Rodiani

Abstract


Dalam antropologi biologi maupun forensik telah mengembangkan teknik proses identifikasi tinggi badan dengan individu. Analisa pada tulang panjang seperti tulang humerus dapat bermanfaat untuk mengestimasi tinggi badan seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap subjek penelitian pada pria suku Bali sebanyak 25 orang yang berusia diatas 21 tahun dan tidak ada kelainan tulang. Didapatkan rerata panjang tulang humerus suku Bali, 29,412 ± 1,562 cm (kanan) dan 29,304 ± 1,586 cm (kiri). Dan untuk rerata tinggi badan suku Bali didapatkan 170,92 ± 6,144 cm. Dengan menggunakan analisis korelasi pearson, diperoleh koefisien korelasi untuk panjang tulang humerus dengan tinggi badan pada suku Bali, tulang humerus kanan sebesar (r) 0,820 dan tulang humerus kiri sebesar (r) 0,801. Berdasarkan pada interpretasi koefisien yang menyatakan bahwa r= 0,6 – 0,8 memliki korelasi yang kuat. Rumus regresi yang diperoleh untuk panjang tulang humerus adalah Y = 76,075 + 3,225X (kanan) dan Y = 80,089 + 3,100X (kiri), yakni Y = perkiraan tinggi badan (cm) dan X = panjang tulang humerus. Sehingga terdapat korelasi yang bermakna antara panjang tulang humerus terhadap tinggi badan pada pria suku Bali di Universitas Lampung.
Kata kunci: Humerus, Pria, Suku Bali, Tinggi Badan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.