Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 95% Kulit Batang Bakau Minyak (Rhizophora apiculata) terhadap Kadar MDA Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley yang Dipaparkan Asap Rokok

Brandon Caesario, Syazili Mustofa, Dwita Oktaria

Abstract


Merokok merupakan perilaku membahayakan kesehatan. Rokok adalah olahan tembakau kering yang dibungkus oleh kertas dan dibentuk silinder. Rokok telah menyebabkan lebih dari 6 juta kematian secara global. Hal ini disebabkan karena asap rokok mengandung bahan-bahan berbahaya yang menimbulkan stres oksidatif. Sehingga menimbulkan berbagai kelainan pada organ. Upaya mencegah stres oksidatif adalah dengan pemberian antioksidan eksogen. Ekstrak kulit batang bakau diduga memiliki kemampuan antioksidan yang menangkal radikal bebas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode Post-test only Control Group, yang dilakukan selama 30 hari. Sebanyak 30 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok K- tidak diberikan perlakuan khusus, kelompok K+, P1, P2, P3 dipaparkan asap dari 24 batang rokok kretek. Ekstrak kulit batang bakau minyak diberikan untuk kelompok P1 dengan dosis 28,275 mg/kgBB, kelompok P2 dengan dosis 56,55 mg/kgBB, dan kelompok P3 dengan dosis 113,1 mg/kgBB. Uji One Way ANOVA menunjukkan P<0,05. Kemudian pada uji Post Hoc LSD didapatkan perbedaan bermakna pada semua kelompok. Pemberian ekstrak kulit batang bakau minyak dapat menurunkan kadar MDA sesuai dengan perbedaan dosis bertingkat pada tikus putih yang diberikan ekstrak kulit batang bakau.
Kata kunci: Asap rokok, malondialdehida, stres oksidatif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.