Cangkok Membran Amnion pada Kasus Ulkus Kornea Impending Perforata

Rani Himayani, Bunga Ulama Nisya Tantri, M. Yusran

Abstract


Ulkus kornea merupakan diskontinuitas atau hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Terbentuknya ulkus kornea diakibatkan oleh adanya kolagenase yang dibentuk oleh sel epitel baru dan sel radang. Penanganan yang tepat dan cepat diperlukan untuk mencegah perluasan ulkus kornea. Ulkus kornea yang luas dapat menyebabkan timbulnya komplikasi berupa perforasi, endoftalmitis, cumhipopion, prolaps iris, sikatrik kornea, katarak, dan glaukoma sekunder. Pasien wanita 35 tahun datang ke poli klinik mata dengan keluhan mata kiri merah dan penglihatan buram disertai dengan nyeri hebat sejak 15 hari yang lalu. Awalnya pasien merasakan penglihatan kabur disertai mata merah setelah menggunakan kontak lensa sehari sebelumnya. Selain itu pasien juga mengeluhkan keluar nanah dari mata pasien dan produksi air mata bertambah serta merasa silau jika melihat cahaya. Status oftalmologis okuli sinistra didapatkan visus 1/~ Persepsi Sinar Salah (PSS), palpebra superior edema, konjungtiva bulbi terdapat injeksi konjungtiva, injeksi siliar, dan injeksi episklera, kornea tampak edema, tampak ulkus kornea di sentral dengan ukuran 3x2 mm, batas tidak tegas, kamera okuli anterior dangkal dengan cumhipopion, refleks cahaya direct sulit dinilai dan refleks cahaya indirect ditemukan hasil positif, lensa dan segmen posterior sulit dinilai. Status oftalmologis okuli dextra didapatkan visus 6/6, segmen anterior dan posterior dalam batas normal.
Kata Kunci : Cangkok Membran Amnion, Ulkus kornea

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.