Hubungan Indeks Eritrosit dengan Kadar Reticulocyte Hemoglobin (Ret-He) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Anemia di Bangsal Hemodialisa RSUD Kabupaten Bekasi

Tito Tri Saputra, Agustyas Tjiptaningrum, Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani

Abstract


Indonesia merupakan negara yang tingkat kelainan fungsi ginjalnya relatif sering terjadi. Pada tahun 2013 kelompok usia 45-54 kejadiannya sebanyak 30,26%. Pasien dengan gagal ginjal sering dijumpai kejadian anemia, terutama pada pasien gagal ginjal kronik stadium lanjut yang sedang menjalani hemodialisa. Anemia pada pasien gagal ginjal kronik beragam etiologinya, diantaranya menurunnya usia eritrosit dan defisiensi besi. Untuk menentukan jenis anemia tersebut maka dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan indeks eritrosit (MCV,MCH, MCHC), serum besi, reticulocyte hemoglobin (Ret-HE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks eritrosit dengan kadar Ret-He pada pasien gagal ginjal kronik dengan anemia yang menjalani hemodialisa Penelitian ini dilakukan pada bulan desember 2016 di RSUD Kabupaten Bekasi, Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 39 orang. Hasil data dianalisis bivariat menggunakan uji pearson. Korelasi antara indeks eritrosit MCV menunjukkan korelasi yang tidak bermakna (p=0,452) sedangkan untuk indeks eritrosit MCH dengan Ret-He menunjukkan korelasi yang bermakna dengan kekuatan korelasi rendah (p=0,020). Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks eritrosit MCH dengan Reticulocyte hemoglobin (Ret-He) pada pasien gagal ginjal kronik dengan anemia di bangsal hemodialisan RSUD Kabupaten Bekasi.
Kata kunci: Anemia, Gagal Ginjal Kronik, Indeks Eritrosit, Reticulocyte Hemoglobin.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.