Kejadian Sindrom Dispepsia pada Perawat di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung

Ayang Tria Putri Barawa, Fitria Saftarina, Soraya Rahmanisa, Risti Graharti

Abstract


Sindrom dispepsia dapat dipengaruhi oleh faktor keteraturan makan dan psikologi, termasuk stres kerja. Perawat termasuk kelompok pekerja dengan tuntutan kerja dan kepadatan aktivitas cukup tinggi sehingga dapat mempengaruhi keteraturan makan dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan keteraturan makan dengan kejadian sindrom dispepsia pada perawat Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung sejak Oktober hingga November 2016 dengan populasi penelitian adalah seluruh perawat instalasi rawat inap RSUD Abdul Moeloek yang berjumlah 195 orang. Total responden 144 orang perawat dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang kemudian dilakukan uji analisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,8% responden mengalami stres kerja, 14,6% responden tidak memiliki keteraturan makan, 34% responden menderita sindrom dispepsia serta terdapat hubungan antara sindrom dispepsia dengan stres kerja (p=0,002; OR:3,257) dan keteraturan makan (p=0,03; OR: 3,099). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dan keteraturan makan dengan kejadian sindrom dispepsia pada perawat Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Kata Kunci: Keteraturan makan, Perawat, Sindrom dispepsia, Stres kerja.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.