Perbedaan Jumlah Neutrofil Pre dan Post Hemodialisis Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung

Fathan Muhi Amrulloh, Intanri Kurniati, Eka Cania, Agustyas Tjiptaningrum, Putu Ristyaning Ayu, Dwi Indria Anggarini

Abstract


Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya kerusakan pada struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung ≥3 bulan dengan atau tanpa disertai penurunan laju filtrasi ginjal (LFG). Penyakit ginjal kronis sudah pada tahap terminal (LFG ≤15 ml/menit/1,73 m2) dibutuhkan tatalaksana berupa hemodialisis atau transplantasi ginjal. Terapi hemodialisis pada pasien PGK ternyata berdampak pada penurunan respon imun. Penurunan respon imun tersebut ditandai dengan adanya penurunan rerata jumlah neutrofil pada 15 menit pertama saat hemodialisis berlangsung.Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional dan consecutive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya. Desain penelitian ini adalah deskriptif-analitik yang melibatkan 36 responden paisen PGK yang menjalani terapi hemodialisis. Pada penelitian ini didapatkan hasil penurunan rerata jumlah neutrofil post hemodialisis sebesar 15 sel/mm3. Namun perbedaan rerata jumlah neutrofil tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna dengan p=0,582 (p>0,05). Peneliti menduga perbedaan rerata jumlah neutrofil tersebut tidak bermakna karena pengambilan darah post hemodialisis dilakukan saat 10 menit sebelum hemodialisis selesai. Penurunan rerata kadar neutrofil yang signifikan hanya terjadi saat 15 menit awal hemodialisis berlangsung dan akan kembali normal setelah 30-60 menit selanjutnya.pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata jumlah neutrofil pre dan post hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronik.
Kata kunci: Hemodialisis, Neutrofil, Penyakit ginjal kronik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.