Antifungal sebagai Pilihan Tatalaksana Eritrasma

Nabila Casogi, Giska Tri Putri

Abstract


Eritrasma adalah infeksi kutan yang sering kurang didiagnosis. Lesi berupa makula atau seperti plak, eritem hiperpigmentasi, sering bersifat asimtomatik, dan terdefinisi dengan baik. Eritrasma interdigital adalah tipe yang paling sering, tetapi aksila dan inguinal juga sering terlibat. Diagnosis biasanya klinis, tetapi pemeriksaan lampu Wood gambaran warna karang-merah. Eritrasma tidak memiliki dominasi gender tetapi lebih sering terlihat pada pasien dengan indeks massa tubuh (BMI)> 23 kg/m2 dan pada penderita diabetes. Perawatan yang paling efektif adalah 500 mg eritromisin empat kali sehari selama 14 hari, dengan tingkat penyembuhan setinggi 100%; namun, perawatan lain dengan antibiotik topikal dan antijamur juga menunjukkan respons yang baik. Antibiotik saat ini digambarkan sebagai lini ketiga pilihan pengobatan untuk eritrasma, dan memberikan efek minimal pada kaki. Sedangkan untuk penggunaan antibiotik pada kondisi ini, terapi antimikroba topikal dianggap lini kedua pilihan untuk manajemen eritrasma. Salep antimikroba asam fusidat 2% telah metunjukkan khasiat, seperti halnya salep Whitfield (asam salisilat dan asam benzoat). Walaupun tidak ada keterikatan dermatofita dan ragi pada eritrasma, antifungal topikal terbukti sukses mengatasi eritrasma dan menjadi pilihan pengobatan lini pertama. Miconazole topikal, klotrimazol, dan ekonazol semuanya terbukti efektif untuk eritrasma.
Kata kunci: antifungal, eritrasma, tatalaksana.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.