Diagnosis dan Pencegahan Perburukan Demensia Vaskular pada Pasien Pasca Stroke

Aninda Nur Kumalasari, Fidha Rahmayani, Syahrul Hamidi

Abstract


Demensia vaskular adalah penurunan kognitif dan kemunduran fungsional yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskuler, biasanya stroke hemoragik dan iskemik, juga disebabkan oleh penyakit substansia alba iskemik atau sekuale dari hipotensi atau hipoksia. Para dokter tidak dapat memprediksi fungsi kognitif penderita hanya berdasarkan pemeriksaan rutin, non-kognitif. Penatalaksanaan kognitif merupakan suatu keterampilan klinis yang berharga, mempercepat diagnosis kelainan yang menganggu proses berfikir, dan dapat memperkirakan kemampuan fungsional lebih tepat. Kriteria diagnostik yang melibatkan tes kognitif dan neurofisiologi pasien yang digunakan untuk diagnosis demensia vaskular seperti DSM-IV, ADDTC (State of California Alzheimer Disease Diagnostic and Treatment Centers), dan Skor iskemik Hachinski. Penatalaksanaan demensia vaskular untuk mencegah terjadinya serangan stroke baru, menjaga dan memaksimalkan fungsi, mengurangi gangguan tingkah laku, meringankan beban pengasuh, menunda progresifitas ke tingkat selanjutnya. Pencegahan perburukan dimensia vaskular yaitu dengan meperlambat progresifitas demensia vaskular dengan mengatasi faktor risiko vaskular seperti hipertensi, hiperkolesterolemia dan diabetes diobati. Agen anti platlet berguna untuk mencegah stroke berulang. Pada demensia vaskular, aspirin mempunyai efek positif pada defisit kognitif. Agen antiplatelet yang lain adalah tioclodipine dan clopidogrel. Perburukan dimensia vaskular dapat dicegah dengan meperlambat Progresifitas demensia vaskular yaitu mengatasi faktor risiko vaskular seperti hipertensi, hiperkolesterolemia dan diabetes diobati.
Kata Kunci: Demensia vaskular, pasca stroke, tatalaksana.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.