Konsumsi Ikan Asin sebagai Faktor Resiko pada Pasien Karsinoma Nasofaring

Fauziah Paramita Bustam, Khairun Nisa Berawi, Riyan Wahyudo

Abstract


Karsinoma Nasofaring merupakan lima besar tumor ganas terbanyak di Indonesia dan terutama ditemukan pada pria dengan usia 40-60 tahun yang merupakan usia produktif. Etiologi karsinoma nasofaring bersifat multifaktorial. Faktor infeksi virus Epstein Barr sangat dominan untuk terjadinya karsinoma nasofaring tetapi faktor non viral seperti konsumsi ikan asin yang mengandung nitrosamin sebagai zat yang memicu aktivasi virus Epstein Barr dilaporkan berhubungan dengan kejadian karsinoma nasofaring. Kasus didapatkan pasien laki-laki, usia 43 tahun, datang ke Rumah Sakit Provinsi Dr. H. Abdul Moeloek dengan keluhan hidung mengeluarkan darah segar berulang sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah sakit kepala sejak 1 tahun yang lalu. Sejak 2 bulan terakhir timbul benjolan pada leher kanan yang dirasakan tidak nyeri dan semakin membesar, telinga berdenging yang hilang timbul, sakit saat menelan serta penglihatan mata kanan buram dan penglihatan ganda. Pasien juga mengeluhkan berbicara pelo atau tidak jelas selama 2 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang merujuk ke diagnosis Karsinoma Nasofaring. Pengobatan yang dilakukan pada kasus ini yaitu terapi simptomatik untuk mengurangi gejala dan rujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi untuk mendapatkan penatalaksanaan lanjut.
Kata kunci: Ikan asin, nitrosamin, karsinoma nasfofaring.
Consumption of Salted Fish as a Risk

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.