Paparan Pestisida dan Kemungkinan Dampaknya pada Kejadian Hipospadia

Sumayyah Annida, Minerva Nadya, Gigih Setiawan, Riyan Wahyudo

Abstract


Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam mengolah lahan pertanian, petani membutuhkan pestisida untuk memberantas hama dan gulma. Namun di sisi lain pestisida dapat membahayakan kesehatan diri petani, konsumen, organisme non target serta lingkungan. Menurut bukti studi pada hewan menunjukkan bahwa Endocrine Disrupting Compounds/ Chemicals (EDC) tertentu seperti atrazine, chlorpyrifos, 2,4-D, glyphosate, dan dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) merupakan golongan insektisida organoklorin yang dapat menyebabkan terjadinya hipospadia akibat hormon sex. Hormone sex berperan besar dalam perkembangan genital selama masa fetus melalui interferensi jalur sinyal androgen dan estrogen selama diferensiasi seksual. Endocrine Disrupting Compounds/ Chemicals (EDC) adalah substansi yang terkandung dalam herbisida, fungisida, insektisida, dan produk industri lain yang dapat menimbulkan efek buruk pada saluran urinoir pria, termasuk kriptorkismus, penyakit prostat, kanker testis, dan hipospadia. Golongan insektisida organoklorin atau dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) bekerja menghambat sintesis testosterone sehingga dihidrotestosteron (DHT) menjadi ikut terhambat selama kehidupan janin. Apabila sintesis dihidrotestosteron terhambat, maka dihidrotestosteron (DHT) tidak dapat memodulasi diferensiasi menjadi prostat, penis, dan scrotum, sehingga dapat mempengaruhi terjadinya hipospadia. Hipospadia merupakan kelainan kongenital yang dikarakteristikkan oleh letak orificium urethra externa disisi ventral penis, yaitu di gland penis hingga penoscrotal, scrotal, dan perineal. Mengingat penggunaan pestisida yang begitu luasnya maka penting untuk dikaji kemungkinan adanya pengaruh paparan pestisida terhadap kejadian hipospadia.
Kata Kunci: Endocrine Disrupting Chemicals, paparan pestisida, hipospadia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.