Striktur Uretra Pars Bulbosa

Rivandi Arief Harista, Syazili Mustofa

Abstract


Striktur uretra merupakan suatu penyempitan atau penyumbatan lumen uretra sehingga membatasi aliran urine dan menyebabkan dilatasi proksimal uretra dan duktus prostatika. Kebanyakan striktur uretra terjadi akibat trauma atau infeksi. Karakteristik dari striktur adalah perubahan epitel uretra oleh jaringan fibrosa padat karena tromboflebitis lokal di korpus spongiosum dalam. Seorang laki-laki, usia 72 tahun datang dengan keluhan tidak bisa buang air kecil dan nyeri saat buang air kecil. Buang air kecil tidak lampias, pancaran melemah, serta kadang-kadang urin masih menetes setelah buang air kecil. Awalnya pasien mengeluh sulit buang air kecil sejak 2 bulan sebelum masuk Rumah Sakit. Pasien telah berobat dan dikatakan mengalami penyempitan saluran kemih kemudian telah dilakukan operasi. Setelah operasi, pasien dipasang kateter selama 2 minggu. Setelah kateter dilepaskan, pasien merasa keluhan sulit buang air kecil timbul kembali. Dari pemeriksaan fisik, regio suprapubik tampak cembung, palpasi didapat nyeri tekan dan hangat daerah suprapubik. Regio genitalia eksterna tampak penis edema minimal, hangat, nyeri, bloody discharge tidak ditemukan. Dari pemeriksaan radiologi uretrografi ditemukan obstruksi uretra pars bulbosa. Diagnosis pasien adalah striktur uretra pars bulbosa dan direncanakan untuk dilakukan uretroskopi + sachse.
Kata kunci: Retensi urine, sachse, striktur uretra

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.