Hubungan Lama Hemodialisis dengan Fungsi Kognitif Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung

Imelda Herman, Ade Yonata, Agustyas Tjiptaningrum, Khairun Nisa Berawi

Abstract


Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal pada penyakit ginjal kronik. Prevalensi gangguan kognitif telah banyak dilaporkan pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Angka kejadian demensia di dunia sebanyak 46 juta jiwa, 22 juta diantaranya terdapat di asia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan lama hemodialisis dengan fungsi kognitif. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional pada bulan Oktober-Desember 2015 di RSUD Abdul Moeloek dengan sampel sebanyak 74 orang yang diambil dengan cara consecutive sampling. Penelitian melakukan wawancara dan menggunakan kuisioner Mini Mental State Examination. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji spearman. Hasil penelitian ini didapatkan periode lama hemodialisis pada pasien yang menjalani hemodialisis <6 bulan sebanyak 27%, 6-12 bulan sebanyak 47,3%, dan >12 bulan sebanyak 25,7%. Fungsi kognitif normal 62,2%, gangguan kognitif ringan 33,8%, dan sedang 4%. Hubungan antara lama hemodialisis dan fungsi kognitif didapatkan p=0,001 yang berarti terdapat korelasi antara kedua variabel yang diuji. Nilai kekuatan korelasi 0,371 (r=0,371) yang berarti kekuatan korelasi tersebut memiliki korelasi lemah dan arah korelasinya positif. Simpulan, terdapat hubungan lama hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Kata kunci: fungsi kognitif, hemodialisis, penyakit ginjal kronik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.