Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Pengawas Minum Obat (PMO) terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rawat Inap Panjang

Jose Adelina Putri, Dyah Wulan S.R Wardani

Abstract


Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia dan sangat umum di negara-negara berkembang. Dari data World Health Statistic 2017 menunjukan bahwa Indonesia berada di posisi ketiga. Menurut data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, jumlah kasus TB paru terbanyak di Bandar Lampung tahun 2015 adalah berada di daerah Panjang. Obat-obat TB atau Obat Anti Tuberkulosis (OAT) telah diketahui dapat mengatasi penyakit TB, namun angka drop out masih tinggi. Kegagalan pengobatan dan kurang kedisiplinan bagi penderita TB Paru sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah peran Pengawas Minum Obat (PMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan PMO dengan kepatuhan minum OAT pada penderita TB Paru di Puskesmas Rawat Inap Panjang. Desian penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil pada bulan Februari-Agustus 2015. Sampel penelitian adalah PMO beserta penderita TB Paru dari Puskesmas Rawat Inap Panjang yang diambil dengan teknik total sampling dan dianalisis dengan menggunakan program pengolah data. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,0001) antara pendidikan PMO dengan keteraturan minum OAT dan terdapat hubungan yang signifikan (p=0,0001) antara pengetahuan PMO dengan kepatuhan minum OAT. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pengetahuan PMO perlu diperhatikan dalam meningkatkan kepatuhan penderita TB dalam melakukan pengobatan.
Kata kunci: Kepatuhan, pendidikan, pengetahuan, penderita TB Paru, PMO.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.