Pestisida sebagai Salah Satu Faktor Resiko Terjadinya Disfungsi Ereksi

Rosy Osiana, Diana Mayasari, Giska Tri Putri

Abstract


Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria dalam memulai atau mempertahankan ereksi penis ketika berhubungan. Salah satu faktor resiko terjadinya disfungsi ereksi adalah pestisida. Paparan pestisida dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, kuantitas sperma, kanker testis, dan disfungsi ereksi. Pada tubuh manusia terdapat berbagai macam reaksi terhadap pestisida. Diantaranya terdapat achetilkolin esterase inhibitor (AChEI) yang akan menghambat enzim asetilkolin esterase, sehingga akan menyebabkan terganggunya pemecahan asetilkolin. AChEI adalah zat kimia yang merupakan pertanda adanya paparan pestisida di dalam tubuh. Kemudian akan mengganggu pelepasan dari gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang kemudian menyebabkan sekresi FSH dan LH menurun, sehingga produksi testosteron juga menurun. Akibat dari penurunan produksi testosteron adalah terhambatnya aktivitas dari nitric oxide synthesis (NOS) . Kemudian menyebabkan nitric oxide (NO) tidak diproduksi. Sehingga cGMP tidak diproduksi yang kemudian otot polos tidak relaksasi. Hal inilah yang membuat disfungsi ereksi. Penurunan kadar testosterone juga disebabkan karena adanya hambatan dari fungsi sel leydig. Hal ini karena pestisida menghambat dari sitokorm P450 pada sel leydig. Sehingga sel leydig menghambat dari produksi testosterone. Jadi kadar testosteronnya menurun. Kemudian akan mengakibatkan terjadinya disfungsi ereksi.
Kata Kunci: Disfungsi ereksi, pestisida, testosteron

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.