ERITRODERMA ET CAUSA DERMATITIS KONTAK IRITAN

Novitha Adityani

Abstract


Latar Belakang. Kulit merupakan organ terluar tubuh. Salah satu kelainan yang dapatĀ  terjadi pada kulit adalah eritroderma. Rasio kejadian penyakit eritroderma pada laki-laki lebih tinggi daripada wanita yaitu 2:1 hingga 4:1. Eritroderma lebih banyak terjadi pada rentang usia antara 41-61 tahun. Lebih dari 50% kasus eritroderma dilatarbelakangi oleh penyakit yang mendasarinya. Tujuan. Untuk mendiagnosis eritroderma dengan akurat sehingga mampu menatalaksana dengan tepat. Kasus. Tn. S, 70 tahun, datang ke poliklinik penyakit kulit dan kelamin rumah sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan keluhan kulit mengelupas pada seluruh tubuh sejak 5 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan kulit ditemukan lesi kulit berupa makula hiperpigmentasi dengan skuama dan likenifikasi berbentuk plakat yang multipel dan tersebar generalisata. Terapi yang diberikan berupa terapi umum yaitu diet tinggi protein dan terapi khusus yaitu pemberian kortikosteroid sistemik prednisone 3x10 mg, antihistamin oral cetirizine 1x10 mg, topikal emolien lanolin 10%. Simpulan. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ditegakkan diagnosis yaitu eritroderma et causa dermatitis kontak iritan dan pada pasien diberikan terapi sesuai dengan prinsip penatalaksanaan eritroderma.[Medula Unila.2013;1(5):72-78]
Kata Kunci: eritroderma, evidence-based medicine, penyakit kulit.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.