BRONKOPNEUMONIA PADA BAYI DENGAN SINDROM DOWN

Mega Lestari Indah Siahaan

Abstract


Latar belakang.Pneumonia yang didapat dari komunitasmerupakaninfeksipada alveoli, saluran napas distal, dan interstisium paru yang terjadi di luar rumah sakit yangditandai dengan demam, batuk produktif, dan dyspnea.Salah satu pola pneumonia yang didapat dari komunitas adalah bronkopneumonia.Sindrom Down (DS) adalah kelainan genetik akibat trisomi kromosom 21. Pasien DSsangat sering terserang pneumonia yang didapat dari komunitas, terutama selama 2 tahun pertama akibat anomali struktural dan fungsional sistem respiratori dan defisiensi sistem imun.Kasus.Seorangbayilaki- lakiberusia 5 bulan diantar ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) dengan sesak nafas, demam tinggi, dan batuk berdahak.Saat tiba, pasien sadar, tampak sakit, dan sesak.Pemeriksaan fisik didapatkan nadi 128x/menit, laju napas 64x/menit, suhutubuh 38,50C, berat badan 5,1 kg, panjang badan 58 cm, memiliki karakteristik DS. Pemeriksaan respiratoriretraksi dinding dada, auskultasi terdapatpenurunan suara napas dan ronkhi basah di basal kedua paru.Rontgen thorak kesan bronkopneumonia. Pemeriksaan darahdidapatkan leukositosis dan kultur darah steril.Pasien didiagnosa bronkopneumonia. Setelah dirawat dan diobati selama 18 hari dengan antibiotik, pasien dipulangkan.Simpulan.Pasiendengan DS memilikikerentananmenderita pneumonia yang didapat dari komunitasdengan masa rawat yang lebih lama. [Medula Unila.2013;1(4):75- 84]
Kata kunci: bronkopneumonia, pneumonia yang didapat dari komunitas, sindrom down.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.