ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH

Karina Permata Sari

Abstract


Pendahuluan. Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas, morbiditas dan disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya, diperkirakan terjadi pada 15% dari seluruh kelahiran di duniadan lebih sering terjadi di negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Data statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR terjadi pada negara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding pada bayi dengan berat lahir normal.Kematian tersering disebabkan kegagalan napas spontan (asfiksia neonatorum). Kasus. Penulisan laporan kasus dilakukan di Rumah Sakit Ahmad Yani pada tanggal 5 November 2012 – 7 November 2012 pada By.Ny.D, 0 hari, berat lahir 1700gram, lahir spontan pada usia kehamilan 33 minggu, tidak menangis spontan dan kulit tampak biru (APGAR Score = 4/6). Frekuensi nadi 60x/menit, suhu tubuh 35,3◦C, ditemukan retraksi suprasternal, substernal, dan interkostalis. Berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pasien ini merupakan pasien asfiksia neonatorum dengan BBLR. Kemudian dilakukan oksigenasi dan resusitasi, serta pemberian terapi aminophilin, ampicillin, dexamethason, dan pasien dipuasakan. Simpulan. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien didiagnosis asfiksia neonatorum dengan berat lahir rendah. Tatalaksana dengan oksigenasi, resusitasi, dan terapi farmakologis. [Medula Unila.2013;1(2):102-107]  
Kata kunci: asfiksia neonatorum, berat bayi lahir rendah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.