THE EFFECT OF EXERCISES ON PRIMARY DYSMENORRHEA

Magista Vivi Anisa

Abstract


Abstract

Dysmenorrhea is defined as pain during menstruation. Primary dysmenorrhea is pain that occurs with norma lpelvic anatomy. Pain in primary dysmenorrhea and other systemic symptoms caused by high levels of prostaglandins. Several factors as sociated with primary dysmenorrhea were:age<30 years, low BMI, smoking, early menarche age (<12 years),  longe rmenstrual cycles, nulliparous, premenstrual syndrome, inadequate exercises, low socioeconomic status, diet, andstress. Primary dysmenorrhea can be treated by pharmacological and nonpharmacological therapy. One of nonpharmacological therapy for primary dysmenorrhea is exersices. Therapeutic exercises is helpful for the treatment of primary dysmenorrhea through various modes such as decrease stress, attenuate menstrual symptoms through increase of local metabolism, and increase local blood flow at the pelvic level and increase of endorphin production The result of the therapeutic exercisesis the reduction of the intensity and duration of pain in primary dysmenorrhea.

Keywords: endorphin, exercises, primary dysmenorrhea

Abstrak

Dismenore didefinisikan sebagai nyeri pada saat menstruasi. Dismenore primer adalah nyeri yang muncul dengan anatomi pelvis normal. Nyeri pada dismenore primer dan gejala sistemik lain disebabkan karena tingginya kadar prostaglandin. Beberapa faktor yang berkaitan dengan dismenore primer adalah : usia < 30 tahun, IMT rendah, merokok, usia menarche dini   (< 12 tahun), siklus menstruasi yang lebih panjang, nulipara, sindrom premenstrual, olahraga yang tidak adekuat, status sosial ekonomi yang rendah, diet, dan stres. Dismenore primer dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk dismenore primer adalah olahraga. Terapi olahraga bermanfaat untuk penatalaksanaan dismenore primer melalui beberapa cara, seperti menurunkan stres, mengurangi gejala menstrual melalui peningkatan metabolisme lokal, peningkatan aliran darah lokal pada pelvis, dan peningkatan produksi hormon endorfin. Hasil akhir dari terapi olahraga tersebut adalah penurunan intensitas serta durasi nyeri pada dismenore primer.

Kata kunci: dismenore primer, endorfin, olahraga


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.