Kualitas Mikrobiologi Udara di Inkubator Unit Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Abdul Moeloek Bandar Lampung

Erin Imaniar, Ety Apriliana, Prambudi Rukmono

Abstract


Inkubator merupakan ruang perawatan neonatus yang harus steril dikarenakan kondisi bayi yangmempunyai imunitas rendah sehingga rentan terkena infeksi. Infeksi dapat disebabkan kualitasmikrobiologi udara ruang perawatan, karena beberapa cara transmisi mikroorganisme penyebabinfeksi dapat ditularkan melalui udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitasmikrobiologi udara di inkubator unit perinatologi Rumah Sakit Abdul Moeloek. Pengambilansampel udara di inkubator dilakukan dengan cara meletakkan plate PCA (Plate Count Agar) yangdibuka selama 15 menit dalam inkubator. Pengukuran kualitas mikrobiologi udara yaitu indeksangka kuman yang dihitung dengan metode Total Plate Count (TPC). Identifikasi bakteridilakukan dengan pewarnaan gram, kultur bakteri dan uji biokimia. Sedangkan identifikasi jamurdilakukan dengan kultur jamur dan pewarnaan dengan Lactophenol Cotton Blue. Hasil penelitiandidapatkan indeks angka kuman udara di inkubator masih dalam batas normal yaitu mulai dari8,16 cfu/m3 dan yang tertinggi 179,52 cfu/m3. Terdapat 8 jenis bakteri, yaitu Neisseria sp., S.aureus, Streptococcus pneumonia, E.coli, Shigella sp., Salmonella sp., E. aerogenes., P.aeruginosa., dan Klebsiella pneumonia. Didapatkan juga 4 jenis jamur yaitu Rhizopus sp.,Saccharomyces sp., Aspergillus sp., dan Penicillium sp. Disimpulkan bahwa kualitas mikrobiologiudara di inkubator bayi tidak bagus karena adanya pencemaran yang memungkinkan terjadinyainfeksi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.