Rasio Triglyceride / High Density Lipoprotein-Cholesterole dan Resistensi Insulin sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Jefri Sandika

Abstract


Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin ataupun keduanya. Salah satu faktor risiko terjadinya DM adalah resistensi insulin, yang merupakan ketidakmampuan insulin untuk melakukan fungsi uptake dan utilisasi glukosa. Penyebab kedua terbanyak DM tipe 2 adalah dislipidemia, atau yang disebut dengan diabetes dislipidemia. Pada dislipidemia terjadi peningkatkan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Fraksi lipid yang berperan dalam patogenesis DM adalah trigliserida (TG) dan high density lipoprotein (HDL). Trigliserida adalah fraksi lipid yang terdiri dari tiga molekul asam lemak, yang diproduksi dari free fatty acids (FFA) di liver dan sebagian di intestinal. High-density lipoproteins adalah kompleks sistem metabolik yang berfungsi sebagai makrofag untuk menghilangkan kolesterol dari dinding-dinding arteri. Salah satu pemeriksaan yang dapat menjadi indikator resistensi insulin adalah rasio trigliserida dan kadar high density lipoprotein cholesterole (HDL-C). Pengukuran dilakukan dengan membagi konsentrasi TG dengan HDL-C, dengan rasio TG/HDL-C yang memiliki risiko adalah lebih dari 3. Hubungan antara rasio TG/HDL-C dan insidensi DM Tipe 2 diperkirakan akibat disfungsi sel β. Rasio TG/HDL-C digunakan sebagai penanda lipotoksisitas sel β yang mengakibatkan penurunan sekresi insulin dan peningkatan apoptosis sel β akibat peningkatan konsentrasi trigliserida. Hipertrigliseridemia dan rendahnya kadar HDL menandai terjadinya diabetes dislipidemia.
Kata kunci: Diabetes Melitus, Faktor Risiko, Resistensi Insulin

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.