Perbedaan Pengetahuan Antara Sebelum Dan Sesudah Pelatihan Pengukuran Status Gizi Balita Pada Kader Posyandu Desa Gunungtiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung

Rika Rahmawati

Abstract


Pada tahun 2016 Kabupaten Tanggamus terdapat jumlah kematian bayi 70 kasus, balita dengan status gizi kurang 1.371 kasus (3,31%), dan gizi buruk 1 kasus , serta cakupan peran serta masyarakat dalam pemantauan pertumbuhan balita sebesar 75,6%. Akan tetapi, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata dan rendahnya pengetahuan kader kesehatan tentang pengukuran status gizi balita, sehingga cakupan status gizi masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Penelitian dilaksanakan periode April- Juli 2018, bertempat di Desa Gunungtiga, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Subjek yang berhasil didapatkan adalah 18 orang kader posyandu. Hasil nilai median dari pre-test pengetahuan sebesar 30, sedangkan nilai median dari post-test pengetahuan adalah 80. Hasil analisis bivariat p=0,000. Terdapat perbedaan bermakna terhadap pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan.
Kata Kunci: Kader posyandu, pelatihan, pengetahuan, status gizi balita.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.