Peran Vitamin C dalam Pengobatan COVID-19

Dimas Enggar Bimantara

Abstract


World Health Organization (WHO) mengumumkan pada Desember 2019 tentang wabah pneumonia coronavirus di Wuhan, provinsi Hubei (China). Dilaporkan pada 12 Maret 2020 terdapat 125.048 kasus dan 4.614 kasus kematian. Coronavirus adalah virus RNA, dari genus Betacoronavirus, yaitu didistribusikan pada burung, manusia, dan mamalia lainnya. WHO telah menamai penyakit coronavirus baru ini sebagai COVID-19. Saat ini, tidak ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk penyakit COVID-19. Lebih dari 80 uji klinis telah diluncurkan untuk menguji pengobatan coronavirus, termasuk beberapa obat reposisi untuk COVID-19. Salah satu obat reposisi yaitu vitamin C. Infeksi virus yang disebakan coronavirus dapat menginduksi ekspresi sitokin mengarah keaktivasi sel endotel kapiler paru, infiltrasi neutrofil dan peningkatan stres oksidatif. Vitamin C, komponen penting dari sistem antioksidan seluler bermanfaat bagi manajemen perawatan kritis. Vitamin C juga dapat membunuh dan mencegah replikasi virus. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian vitamin C secara oral dan intravena dapat mengurangi peningkatan risiko komplikasi, mengurangi tingkat keparahan, mengatasi gejala maupun meningkatkan prognosis pasien dengan COVID-19.
Kata kunci: Novel Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Vitamin C

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.